Ketahui Alasan Penyaluran Bantuan Sosial 2025 Belum Merata, Jangan Terburu-buru Cek Saldo

Ketahui Alasan Penyaluran Bantuan Sosial 2025 Belum Merata, Jangan Terburu-buru Cek Saldo
Ketahui Alasan Penyaluran Bantuan Sosial 2025 Belum Merata, Jangan Terburu-buru Cek Saldo

AYOJAKARTA.COM - Bantuan sosial yang dijadwalkan disalurkan serentak pada pertengahan Mei 2025 ternyata belum sepenuhnya terealisasi di seluruh wilayah Indonesia.

Kementerian Sosial sebenarnya telah mencanangkan minggu ketiga sebagai periode penyaluran serentak berbagai bantuan sosial.

Namun hingga saat ini beberapa program bantuan nasional seperti Program Keluarga Harapan (PKH) tahap kedua dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap kedua belum juga masuk ke rekening para Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Baca Juga: Jadwal Resmi Pengumuman Kelulusan P3K Tahap 2 Tahun 2024, Simak 2 Cara Cek Status Kamu Lulus atau Tidaknya!

Keterlambatan penyaluran ini disebabkan oleh adanya proses peralihan data penerima bantuan sosial dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ke Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Hal ini sebagai upaya pemerintah dalam mengintegrasikan seluruh data bantuan sosial ke dalam satu ekosistem digital yang lebih terstruktur, terintegrasi, bebas dari duplikasi data, dan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Berdasarkan pemantauan status pada aplikasi SIKS-NG, keterlambatan ini juga diindikasikan karena Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) belum diterbitkan dan status data secara daring belum menunjukkan Standing Instruction (SI) yang mengisyaratkan pencairan segera dilakukan.

Sehingga para KPM sebaiknya tidak terburu-buru melakukan pengecekan saldo berkali-kali yang justru dapat menimbulkan risiko kerusakan pada kartu KKS akibat penggunaan yang terlalu sering, atau bahkan dapat menyebabkan kartu terblokir karena sistem menganggapnya sebagai aktivitas tidak wajar.

Baca Juga: Kapan Pencairan Bansos Tahap 2 2025? Ini Bocoran Tanggal yang Tepat Cek Saldo PKH dan BPNT

Sementara itu, bantuan beras 10 kg untuk 16 juta KPM juga mengalami penundaan penyaluran dengan alasan yang berbeda.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa harga gabah di beberapa daerah saat ini justru berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.

Sehingga jika bantuan beras dan Stabilisasi Pasar dan Harga Pangan (SPHP) disalurkan pada kondisi seperti ini, dikhawatirkan justru akan semakin menekan harga gabah dan beras di pasaran yang pada akhirnya merugikan para petani.

Penyaluran bantuan beras dan operasi pasar beras murah biasanya dilakukan ketika harga beras di pasaran melonjak dan tidak stabil, seperti pada saat terjadi kemarau panjang atau di luar musim panen, sebagai langkah intervensi pemerintah untuk menstabilkan harga pangan.

Baca Juga: Polemik Ijazah Palsu Jokowi Tak Tuntas-tuntas, Relawan Minta Megawati Turun Gunung! Begini Respon Ketum PDIP

Saat ini, dengan meningkatnya produksi beras dan harga yang relatif stabil, pemerintah menilai belum diperlukan intervensi dalam bentuk penyaluran bantuan beras.

Karena hal tersebut justru berpotensi mengurangi insentif bagi petani untuk terus memproduksi beras dan mengakibatkan petani tidak mendapatkan imbalan yang layak atas usaha mereka.

Sehingga kebijakan ini sesungguhnya merupakan bentuk perlindungan terhadap kesejahteraan para petani yang merupakan produsen utama bahan pangan strategis nasional.

Di sisi lain, Program Indonesia Pintar (PIP) yang merupakan bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu juga menimbulkan keresahan karena belum dapat dicairkan oleh sebagian siswa.

Baca Juga: Kisah Inspiratif di Tanah Suci: Nenek Sumbuk, 109 Tahun Asal Bekasi, Simbol Kekuatan Iman Tiba di Jeddah

Perlu dipahami bahwa penyaluran PIP dilaksanakan hanya setahun sekali dan disalurkan secara bertahap melalui sistem termin.

Termin pertama yang telah dimulai sejak 10 April 2025 dikhususkan untuk siswa kelas akhir yaitu kelas 6 SD, kelas 9 SMP, dan kelas 12 SMA/SMK, sementara termin kedua dijadwalkan berlangsung dari Mei hingga September 2025 yang mencakup siswa kelas 1 sampai 5 SD, kelas 7 dan 8 SMP, serta kelas 10 dan 11 SMA/SMK, dan termin ketiga akan disalurkan pada Oktober hingga Desember 2025 kepada seluruh penerima baik termin 1 maupun termin 2 yang belum melakukan pencairan.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan bantuan PIP tidak cair antara lain adalah ketidakvalidan data siswa atau ketidaksinkronan dengan database Kemendikbud, perubahan status kesejahteraan keluarga yang membaik sehingga tidak lagi memenuhi kriteria sebagai penerima manfaat, serta penjadwalan pencairan yang memang tidak dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia mengingat jumlah penerima yang sangat besar dan tersebar luas.

Para orangtua dan siswa diimbau untuk mengecek status pencairan PIP ketika nama siswa telah terdaftar dalam SK nominatif dan telah melakukan aktivasi rekening, dengan informasi jadwal pencairan yang dapat diakses melalui laman resmi pip.dasmen.go.id untuk mendapatkan kepastian waktu penerimaan bantuan.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Beras
# bantuan sosial
# penyaluran
# penyaluran

News Update

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Metropolitan

Siap Hadirkan Ruang Publik Sehat, Pemprov DKI Targetkan Bangun 10 RTH Baru hingga Akhir 2026!

Hingga akhir tahun 2026 mendatang, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan 10 ruang terbuka hijau (RTH) baru di berbagai titik.

Metropolitan

Kolaborasi Homy Nomad Fatmawati dan Flow Society Gelar Yoga Seamless Strength

Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas yoga Flow Society menggelar kegiatan yoga

Bisnis

Tiga Strategi Utama SMF untuk Dukung Likuiditas Lembaga Penyalur Kredit

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas

Bisnis

Per Juni 2026, SMF Bukukan Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp141,61 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan

News

Lembaga Baru! Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia, Tugasnya Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.