AYOJAKARTA.COM - Menhan sekaligus capres Prabowo Subianto dianggap oleh banyak kalangan akan diuntungkan ketika debat Pilpres ketiga dilangsungkan.
Tema seputar pertahanan, geopolitik dan hubungan internasional, merupakan rutinitas dan pengalaman langsung yang dialami Prabowo Subianto.
Prabowo Subianto yang diharap akan tampil maksimal dan penuh semangat serta berapi-api, justru tampil dengan ekspresi melankolis.
Baca Juga: TPDI Gugat Jokowi, Prabowo Subianto hingga Gibran Rakabuming Raka ke PTUN, Ternyata Ini Alasannya
Tidak mengherankan apabila kemudian memori dan pemahaman Prabowo Subianto dianggap hilang setiap kali mengalami perubahan emosi.
Sejak pertama kali memasuki panggung debat, Prabowo justru terlihat begitu tegang dan tidak siap dengan rentetan pertanyaan.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Pengamat Militer yang sejak kecil berhubungan dengan dunia militer, Connie Rahakundini Bakrie.
Saat menjadi narasumber di Abraham Samad Speak Up, Connie Rahakundini Bakrie menyayangkan performa dan penampilan Prabowo yang jauh dari harapan.
“Saya rasa Pak Prabowo itu hilang semua memori atau pemahamannya ketika emosinya melonjak,” ujar Connie Rahakundini Bakrie.
Anggapan tersebut menurut Connie terlihat dari reaksi yang ditunjukkan Prabowo ketika dihujani capres Anies Baswedan.
Sehingga dalam satu kesempatan, Connie justru merasakan kepedihan dan kekecewaan dan beban Prabowo saat debat berlangsung.
“Sejujurnya, ada satu titik dimana saya mau nangis melihatnya, kasihan, saya cuma takut beliau jatuh, karena dari mukanya itu Beliau getir,” imbuh Connie.
Potensi adanya ancaman perang di kawasan Asia dan dunia, menurut Connie membutuhkan sosok pemimpin yang tanggap dan tidak gagap.
Debat Pilpres, menurut Connie seharusnya menjadi perang visi dan gagasan yang disertai dengan ketangguhan pikiran serta ketenangan emosi.
Pemimpin yang mampu menjaga kedaulatan bangsa Indonesia, adalah pemimpin yang sanggup mengambil keputusan penting dalam situasi paling genting.
“Ini kan debat baru serangan dari sesama calon presiden, bagaimana kalau diserang negara lain?” imbuh Connie.
Sebagaimana diketahui publik, Presiden Joko Widodo juga sempat berkomentar perihal debat yang kemudian dianggap banyak kalangan sebagai bentuk ketidaknetralan.
Sehubungan dengan pernyataan Presiden yang dianggap cawe-cawe, Connie menganggap upaya tersebut dilakukan demi memuluskan jalan bagi Putra Mahkota.
Salah satu cara yang dilakukan Jokowi dalam rangka memuluskan keinginan, adalah dengan menjadikan Prabowo Subianto sebagai kendaraan.
Karena itu, kesan keberpihakan yang sering ditunjukkan Jokowi dalam sejumlah momen bersama Prabowo merupakan upaya melanggengkan niat.
“Kalau sekarang Pak Prabowo itu cuma dibuat sebagai kendaraan, kendaraan buat Sang Putra Mahkota, nggak tahu kalau nanti,” pungkas Connie dikutip Ayojakarta, Jumat 12 Januari 2024. ***

Share this article
Pengamat Militer, Connie Rahakundini Bakrie menyayangkan performa dan penampilan Prabowo Subianto yang jauh dari harapan.