TPDI Gugat Jokowi, Prabowo Subianto hingga Gibran Rakabuming Raka ke PTUN, Ternyata Ini Alasannya

Petrus Selestinus Koord. Pergerakan Advokat Nusantara dan TPDI
Petrus Selestinus Koord. Pergerakan Advokat Nusantara dan TPDI

AYOJAKARTA.COM - Mahkamah Konstitusi, lembaga tinggi penegak hukum di Indonesia menjadi pusat perhatian dalam sebuah gugatan yang mengungkap permainan dinasti politik dan potensi risiko nepotisme di panggung politik tanah air.

Dalam gugatan ini, Mahkamah Konstitusi turut dijadikan tergugat untuk memberikan suara dan mengungkap fakta terkait dinasti politik dan ancaman terhadap demokrasi.

Sebanyak 12 orang termasuk Presiden Joko Widodo, Anwar Usman, Gibran Rakabuming Raka hingga Prabowo Subianto menjadi tergugat dalam Pengadilan Tata Usaha Negara.

Para advokat Indonesia mengkhawatirkan potensi rusaknya demokrasi dan sistem kedaulatan rakyat akibat kuatnya dinasti politik di lintas lembaga tinggi negara.

Baca Juga: Mahfud MD Bongkar Sikap dan Respons Jokowi Saat Tahu Dirinya Menjadi Cawapres Ganjar Pranowo, Benarkah Dimarahi?

Nepotisme dan dinasti politik dianggap sebagai racun dalam demokrasi yang dapat membahayakan prinsip-prinsip yang dijamin dalam UUD 1945.

"Jadi nepotisme dan politik dinasti ini adalah racun dalam demokrasi. Itulah yang membuat kita sekarang ini mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara sebagai perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh pejabat pemerintah dan badan-badan pemerintah," ucap Petrus Selestinus, Koordinator TPDI dan Perekat Nusantara dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Kompas TV, pada Jumat 12 Januari 2024.

Tergugat tersebut adalah Presiden Joko Widodo, Anwar Usman, Gibran Rakabuming Raka dan sejumlah tokoh penting lainnya menjadi tergugat dalam upaya untuk menghindari merusaknya demokrasi dan kedaulatan rakyat.

Gugatan ini juga menyasar Komisi Pemilihan Umum (KPU), lembaga yang turut terlibat dalam dinamika politik saat Pemilu.

Baca Juga: Nyaris Membuktikan Jessica Wongso Tidak Salah, Ahli Patologi Forensik Asal Australia ini Justru Dideportasi!

Pengungkapan bagaimana dinasti politik dan nepotisme berawal dari Solo menjadi titik kritis.

Ibu Iriana, dijuluki sebagai Ibu Suri menjadi fokus pembicaraan terkait kemungkinan pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden.

Gugatan ini tak hanya muncul sebagai reaksi terhadap putusan Mahkamah Konstitusi, tetapi juga sebagai langkah preventif menghadapi potensi ancaman demokrasi.

Para advokat Indonesia menyoroti bagaimana dinasti politik tak hanya merupakan akibat dari putusan Mahkamah Konstitusi, tetapi sudah direncanakan matang setahun sebelumnya.

Baca Juga: Perekat Nusantara dan TPDI Laporkan Anwar Usman Soal Dugaan Pelanggaran Kode Etik

Ini menciptakan potensi risiko bagi kedaulatan rakyat, karena dinasti politik dapat menggusur hasil pemilu meskipun telah menentukan kemenangan.

Namun, gugatan ke Mahkamah Konstitusi juga tak menjamin kesinambungan kemenangan hasil Pemilu.

Mahkamah tersebut memiliki wewenang untuk membatalkan hasil pemilu dan konflik kepentingan yang mungkin terjadi dapat mempengaruhi keadilan hukum.

Baca Juga: Wapres Maruf Amin Berbeda Pandangan dengan Jokowi soal Debat Capres, Begini Perbandingannya

Sebagai langkah mengantisipasi dan membuka mata masyarakat terhadap potensi ancaman terhadap demokrasi, gugatan ini diharapkan dapat memberikan klarifikasi hukum sekaligus memperkuat peran Mahkamah Konstitusi dalam menjaga integritas demokrasi di Indonesia.

"Bagaimana dinasti politik nepotisme bermula dari Solo, semuanya bermula dari Solo. Bahkan Ibu Iriana dijuluki oleh Tempo sebagai Ibu Suri, pembicaraan tentang kapan rencana untuk mencawapreskan Gibran itu terjadi sudah setahun yang lalu. Jadi bukan ujuk-ujuk akibat putusan MK ini”, ucapnya.

“Dia digagas untuk maju sebagai calon wakil presiden, tapi sudah direncanakan secara matang sejak setahun yang lalu. Hanya memang ini urusan dalam kita tidak tahu sehingga sulit dicegah, sampai dengan masyarakat baru mulai mencurigai itu setelah beberapa perkara dengan substansi yang sama diajukan dalam waktu yang hampir bersamaan," pungkasnya.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# PTUN
# Petrus Selestinus
# TPDI
# Anwar Usman
# KPU
# Gibran Rakabuming Raka
# Solo
# Iriana
# Prabowo Subianto
# Mahkamah Konstitusi
# Jokowi

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.