AYOJAKARYA.COM – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menanggapi soal penggeledahan rumah oleh penyidik yang terjadi pada 26 Oktober 2023 lalu.
Seperti yang diketahui, penyidik menggeledah kediaman Firli Bahuri yang berlokasi di Villa Galaxy, Bekasi.
Firli Bahuri mengatakan dari penggeledahan yang dilakukan penyidik tidak ada barang bukti yang disita.
Firli Bahuri menyebut rumah yang menjadi target penggeledahan oleh penyidik justru salah alamat.
Hal tersebut diungkapkan Firli di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin, 20 November 2023.
“Kami menerima surat izin penggeledahan yang saat itu tertuju untuk lima rumah. Sedangkan tiga rumah lain alamatnya salah dan bukan rumah saya. Ada tiga rumah yang menjadi sorotan dianggap rumah Firli Bahuri, padahal itu bukan rumah Firli,” kata Firli dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, Senin, 20 November 2023.
Firli mengungkapkan para pemilik rumah merasa keberatan dengan penggeledahan yang dilakukan pada saat itu.
“Tentulah para pihak yang memiliki rumah menyampaikan keberatan kepada saya dan kepada yang melakukan penggeledahan. Sampai hari ini pun yang bersangkutan juga merasa tidak nyaman,” ungkapnya.
Selain itu, Firli juga menjelaskan hasil penggeledahan penyidik di rumah sewanya di Kertanegara Nomor 46, Jakarta Selatan.
Dari hasil penggeledahan tersebut, Firli merincikan penyidik menyita beberapa barang.
Akan tetapi, Firli mengaku hingga saat ini dirinya belum pernah melihat atau ditunjukkan barang yang disita tersebut.
“Sedangkan kegiatan geledah di rumah sewa saya di Kertanegara No.46 Jakarta Selatan ada tiga barang yang disita berupa kunci, gembok, dan juga keyless kunci mobil dan selama menjalani pemeriksaan dan sampai hari ini barang yang disita saya tidak pernah melihatnya dan tidak pernah ditunjukkan kepada saya,” jelasnya.
Untuk diketahui, saat ini Polda Metro Jaya tengah mengusut kasus dugaan pemerasan yang dilakukan Firli terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
Akan tetapi, Firli membantah jika dirinya melakukan pemerasan hingga suap dan gratifikasi kepada pihak manapun.***

Share this article
Ketua KPK Firli Bahuri menyebut rumah yang menjadi target penggeledahan oleh penyidik justru salah alamat.