AYOJAKARTA.COM – Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin belum lama ini diundang oleh Najwa Shihab ke acaranya, Mata Najwa.
Najwa Shihab menanyakan pertanyaan terkait dengan benarkah pernyataan keputusan tentang Cak Imin dari PKB sebagai pasangannya diambil oleh Surya Paloh selaku Ketua Umum Partai NasDem dan Anies hanya ditugaskan untuk menjalankan keputusan itu selayaknya petugas partai.
Di sisi lain, terdapat video dalam akun resmi PKS collab dengan akun Anies yang membahas jawaban pertanyaan tersebut.
"Benarkah calon presiden Mas @aniesbaswedan adalah petugas partai?," tulis akun PKS, dikutip pada Kamis, 7 September 2023.
Baca Juga: Anies Ogah Disebut Sebagai Petugas Partai, Begini Pembelaannya
Dalam postingan tersebut, Anies Baswedan menjawab pertanyaan itu berdasarkan sudut pandang apabila di posisi Surya Paloh.
Dalam unggahan itu, Anies Baswedan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Najwa Shihab soal dirinya yang dianggap petugas partai.
Anies menjawab apabila Surya Paloh mengajukan nama yang tidak relevan dengan usaha pemenangan dan Anies harus melaksanakan, maka Anies petugas partai.
"Tapi kalau sesuatu yang sesuai dengan kebutuhan kita, bisa muncul nama itu dari mana saja [Cak Imin]," ujar Anies kepada Najwa.
Kemudian Anies memberikan jawaban apabila posisinya sebagai Surya Paloh.
Baca Juga: Cak Imin Dinilai Penuhi Kriteria Cawapres Anies Baswedan, Khususnya Soal Pengalaman di Bidang Ini
Terdapat dua pilihan, yaitu berunding dulu dengan PKS dan Demokrat baru nanti bangun kesepakatan dengan PKB tapi resikonya PKB sudah diajak yang lain, atau bangun kesepakatan duluan dengan PKB lalu menjelaskan kepada PKS dan Demokrat, resikonya kedua partai tersebut merasa dilewatkan.
Anies Baswedan menjelaskan kalau nama tersebut tidak relevan dengan kebutuhan usaha pemenangan dan melaksanakan maka benar dirinya hanya petugas partai.
Tapi, kata dia, kalau itu adalah solusi maka masuk akal untuk dibicarakan.***

Share this article
Anies Baswedan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Najwa Shihab soal dirinya yang dianggap petugas partai.