AYOJAKARTA.COM – Selama bulan Ramadhan, program makan bergizi gratis akan terus berjalan dengan inovasi skema baru.
Skema baru makan bergizi gratis ini memungkinkan penerima manfaat dapat membawa pulang makanan ke rumah.
Inovasi ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan gizi yang lebih fleksibel bagi siswa, khususnya pada saat berbuka puasa.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa menu yang disediakan telah disesuaikan agar tahan lebih lama.
"Makanan bergizi yang kami bagikan untuk siswa Muslim disiapkan agar dapat dibawa pulang ke rumah, sehingga mereka dapat menikmatinya saat berbuka puasa," ujar Dadan.
Sementara itu, ia melanjutkan, bagi siswa yang tidak berpuasa, makanan tersebut juga bisa dikonsumsi di sekolah dengan bersembunyi atau di rumah.
Dalam penjelasan lebih lanjut, Dadan menegaskan bahwa program makan bergizi gratis tetap dilaksanakan seperti biasa.
Hanya saja mekanisme distribusinya yang mengalami penyesuaian agar lebih adaptif terhadap kondisi di bulan Ramadhan.
Adapun menu yang akan diberikan adalah jenis makanan yang bisa tahan lama serta tetap memenuhi protein dan gizi.
Baca Juga: Redmi 13 vs Infinix Hot 50 4G, Duel Sengit di Segmen Sejutaan
Dadan mencontohkan, menu makan bergizi gratis bisa dengan telur rebus, kurma, roti kering, kolak hingga bubur kacang hijau.
Program ini telah berjalan di 38 provinsi dengan 693 satuan pelayanan pemenuhan gizi di seluruh Indonesia, dan saat ini sudah mencapai 2 juta penerima manfaat.
Dengan skema baru ini, pihak terkait berharap agar program makan bergizi gratis semakin mendekatkan layanan gizi kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan para siswa selama Ramadhan.

Share this article
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa menu yang disediakan telah disesuaikan agar tahan lebih lama.