AYOJAKARTA.COM--Seorang pakar metafisika, Sunarto atau yang biasa disebut dengan Ki Narto menjelaskan modus yang digunakan oleh Mbah Slamet dalam menyakinkan korbannya.
Mbah Slamet merupakan dukun yang dipercaya mampu menggandakan uang.
Tetapi, alih-alih mampu menggandakan uang, dukun palsu tersebut justru menghabisi nyawa orang yang percaya akan kemampuannya.
Hingga saat ini, terdapat 12 orang yang menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh Slamet Tohari atau Mbah Slamet, dukun palsu asal Banjarnegara.
Dilansir AyoJakarta.com dari YouTube tvOneNews pada Kamis (6/4/2023), Ki Narto menjelaskan bahwa dukun palsu sudah memiliki niat untuk melakukan kejahatan terlebih dahulu.
“Dukun palsu sudah punya niat kejahatan dahulu,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ki Narto menuturkan bahwa dukun-dukun palsu menargetkan orang-orang yang ingin mendapatkan uang dalam jumlah yang banyak tapi dalam jangka waktu yang relatif singkat.
“Dukun palsu itu menjaring orang-orang yang mempunyai harapan untuk mendapatkan uang banyak dalam waktu seketika,” tuturnya.
Menurut Ki Narto, Dukun mempunyai orang yang ditugaskan sebagai marketing.
“Biasanya dukun palsu itu mempunyai tenaga marketing dan tenaga pemasaran, jadi dia tidak bekerja sendiri,” katanya.
“Jadi dukun palsu itu biasanya omongannya sedikit, banyak diamnya, yang banyak bicara itu marketingnya, tim marketingnya,” sambung Ki Narto.
Ki Narto menjelaskan bahwa tim marketing dari dukun palsu bertugas untuk menceritakan pengalaman dirinya.
“Yang disampaikan tim marketingnya adalah bahwa dia pernah mengalami kekurangan uang, mendesak, dapat informasi ada mbah dukun disana bisa menggandakan uang,” jelasnya.
“Jadi pengertiannya bisa menolong,” Tambah Ki Narto.
Pada zaman dahulu, Ki Narto menyebutkan bahwa tim marketing dari dukun palsu akan melancarkan aksinya di tempat keramaian.
Atau biasanya, tim marketing dukun palsu akan bertugas di tempat dimana orang membutuhkan banyak uang dalam waktu yang cepat.
Baca Juga: Berawal dari Chat WhatsApp Berujung Pembunuhan Belasan Orang, Anak Korban Dukun Slamet Buka Suara
“Yang ditarget adalah orang-orang yang memerlukan, biasanya marketing itu kalau zaman dahulu marketingnya dia bisa datang ke pasar bisa datang ke tempat lain bisa datang ke rumah sakit-rumah sakit yang sedang menunggu orang yang sakit,” sebutnya.
Untuk zaman sekarang, tidak jarang tim marketing dukun palsu akan menceritakan pengalamannya di media sosial.
Oleh sebab itu, korban dari Mbah Slamet berasal dari berbagai daerah.
“Kalau zaman sekarang menggunakan medsos atau media sosial, dikatakan ada yang bisa menolong,” pungkas Ki Narto.***

Share this article
Ki Narto menuturkan bahwa dukun-dukun palsu menargetkan orang-orang yang ingin mendapatkan uang dalam jumlah yang banyak tapi cepat