AYOJAKARTA.COM –- Berita mengejutkan terjadi di Jawa Tengah, tepatnya di Desa Talun, Banjarnegara, akibat seseorang yang mengaku sebagai dukun pengganda uang.
Tidak tanggung-tanggung, dukun palsu pengganda uang tersebut, yang mana adalah dukun palsu tega menghabisi nyawa 12 orang yang menggunakan jasanya.
Dikutip melalui kanal Youtube TvOneNews oleh ayojakarta.com pada 6 April 2023 diketahui hasil identifikasi daerah para korban.
Melalui keterangan Kapolres Banjarnegara, AKBP Hendri Yulianto, diketahui 12 korban yang ditemukan terkubur di ladang milik orang tua Slamet Tohari atau Mbah Slamet berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa dan Sumatera.
“Dari 12 korban, yang diambil baru satu yaitu yang berasal dari Sukabumi, Jawa Barat,” buka Kapolres Banjarnegara tersebut.
Selanjutnya, AKBP Hendri menjelaskan daerah asal para korban menurut hasil identifikasi.
“Ada yang berasal dari Palembang, Tasikmalaya, Sukabumi, Cirebon, Jakarta, Lampung dua orang, yang dua orang dalam satu lubang laki dan perempuan berasal dari Lampung,” jelas AKBP Hendri Yulianto.
Lebih lanjut untuk terkait kemungkinan nama hingga saat ini pihak kepolisian belum bisa menyampaikan ke media.
Oleh karena itu, Kapolres Banjarnegara membuat Posko Layanan Pengaduan Orang Hilang untuk mempercepat proses identifikasi para korban.
Lebih lanjut, Mbah Slamet atau Slamet Tohari melakukan klarifikasi dimana ia mengaku melakukan tindak kejahatan pembunuhannya sendirian, agar tidak bocor ke orang lain.
“Saya bunuhnya sendirian, agar tidak bocor. Makanya anak dan istri tidak tahu, apalagi warga desa,” jelas Tohari.
Lebih lanjut, Tohari mengaku aksi yang ia lakukan sejak 2020-2023 ini diakhiri oleh seorang ayah asal Sukabumi yang mengirim pesan Whatsapp kalau sedang berada di rumah dukun pengganda uang Banjarnegara tersebut.
“Iya, dari 2020-2023. Yang terakhir itu kemarin Pak Riyanto asal Sukabumi,” jelas Mbah Slamet.
Mbah Slamet juga menjelaskan bahwa ia lupa nama dan jumlah pasti korban, namun ia berpikir bahwa 12 adalah angka pasti, dan motif semua korbannya adalah ingin kaya.
“Saya tidak bisa itu (menggandakan uang), saya bohong, lewat facebook dan omongan orang saya dikenal, mereka sanggup bawa uang. Semua ingin sugih (kaya),” kata Tohari.
Terakhir Slamet Tohari atau Mbah Slamet mengungkapkan maaf dan doa kepada ke 12 korban yang ditemukan.
“Semoga ke 12 korban ditemukan mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Selain itu saya minta maaf atas kelakuan saya, saya mau tobat,” kata Slamet Tohari.***(Zharifah Ardiana)

Share this article
Tidak tanggung-tanggung, dukun pengganda uang tersebut, yang mana adalah dukun palsu tega menghabisi nyawa 12 orang yang menggunakan jasanya