AYOJAKARTA.COM - Polres Banjarnegara akhirnya berhasil meringkus dukun pengganda uang di Banjarnegara yang telah membunuh 10 orang pasiennya.
Tersangka dukun pengganda uang, ST (Slamet Tohari) alias Mbah Slamet berhasil diringkus usai dilakukan penelusuran oleh pihak kepolisian Banjarnegara sebab adanya laporan kehilangan anggota keluarga salah satu korban.
Dalam konferensi pers yang dilakukan oleh pihak Kepolisian Polres Banjarnegara, tersangka ST memberikan sedikit pernyataan atas tindakan kejamnya membunuh para korban.
Baca Juga: BIADAB! Ternyata Inilah Motif Dukun Pengganda Uang hingga Tega Habisi Nyawa Korbannya dengan Keji
ST mengaku motif yang menyebabkan dirinya tega membunuh para korbannya adalah karena merasa kesal kepada para korban karena kerap ditagih uang yang dijanjikan untuk digandakan.
Dari hasil penipuan terhadap korbannya, ST sendiri mampu meraup uang dari para korbannya rata-rata senilai Rp 70 juta.
Hal itu disampaikan oleh ST seperti dilansir oleh Ayojakarta,com pada siaran Metro Tv, Selasa (4/4).
ST mengaku mendapat uang senilai Rp 70 juta dari salah satu korbannya PO yang dilaporkan hilang secara berangsur.
Dari uang Rp 70 juta tersebut, ST mengaku menjanjikan uang yang bisa digandakan akan berlipat menjadi Rp 5 Miliar kepada PO.
“70 juta berangsur-angsur, pertama 20 (juta), terus ada lagi 10, sampai 70. yang dijanjikan jadi Rp 5 Miliar,” ucap ST alias Mbah Slamet.
ST juga mengaku bahwa uang korbannya itu digunakannya untuk membayar utang pribadinya hingga berkaraoke.
“Uangnya dipake buat bayar utang-utang saya dan karaoke,” ujar ST.
Saat ditanya mengenai apakah korban sempat diberikan uang oleh ST, dirinya mengaku telah sempat memberikan uang kepada korban sejumlah Rp 11 juta.
“Korban pernah dikasih uang Rp 11 juta total,” katanya lagi.
Dalam penyelidikannya, polisi juga telah menemukan sejumlah uang mainan yang digunakan oleh ST untuk mengelabui korbannya dan membuat seolah-olah uang terlihat menjadi banyak.
Baca Juga: PEDAS! Sindiran Ayah David Buat Rafael Alun Trisambodo Pakai Baju Oranye: Keluarga Atau Tim Belanda?
Aksi penipuan ST sebagai dukun pengganda uang palsu itupun diketahui telah berjalan selama 5 tahun lamanya.
“Ya udah, ada 5 orang lah,” ujar ST.
Meskipun telah beraksi selama 5 tahun sebagai dukun palsu pengganda uang, ST sendiri membunuh korbannya pada tahun 2022 lalu.
Sementara itu pihak kepolisian Polres Banjarnegara, AKBP Hendri Yulianto mengatakan untuk modus pembunuhan yang bisa terungkap barulah 1 orang dengan menggunakan racun ikan yakni potas.
Karena dari penelusuran satu korban tersebut terdapat saksi dan alat bukti yang mendukung.
Untuk korban lain yang ditemukan, Hendri menyatakan masih akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut.***

Share this article
ST alias Mbah Slamet, dukun pengganda uang di Banjarnegara ungkap hal mencengangkan pasca bunuh puluhan pasien. Simak selengkapnya!