AYOJAKARTA.COM — Menjadi sorotan warganet dan masyarakat Indonesia pasca membongkar dugaan transaksi mencurigakan senilai Rp349 triliun di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Mahfud MD sang Menko Polhukam panen sindiran.
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mendapat sindiran dari beberapa Anggota Komisi III DPR.
Salah satu Anggota Komisi III DPR RI yang menyindir adalah Trimedya Panjaitan.
Sindiran pada sang Menko Polhukam tersebut dilayangkan saat rapat dengar pendapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu, 29 Maret 2023 lalu.
Trimedya mempertanyakan mengapa Mahfud baru menyampaikan pendapatnya setelah tiga tahun menjabat sebagai Menko.
Selama ini, Mahfud dikritik karena minim memberikan suara mengenai RUU KPK yang dianggap sebagai nadi dari pemberantasan korupsi.
"Hanya saja yang dipertanyakan orang, kenapa Pak Mahfud ngomong seperti ini setelah 3 tahun jadi menko. Selama ini ke mana saja Pak Mahfud?" tanya Trimedya, Anggota Komisi III DPR RI, dikutip dari siaran Kompas TV, Ahad, 2 April 2023.
Selain itu, dugaan mencari panggung diungkap oleh Trimedya karena sosok Mahfud MD yang mengungkap transaksi mencurigakan senilai Rp349 triliun di Kemenkeu.
Baca Juga: Transaksi Janggal Kemenkeu Rp349 T, Mahfud MD: Data Sudah Clear dan Valid, Hanya Beda Penafsiran
Trimedya mengakui bahwa Mahfud memiliki kemampuan di ranah akademis, politik, dan sebagai aktivis. Namun, ia mempertanyakan motif Mahfud dalam mengungkapkan transaksi tersebut.
“Tidak salah juga Pak Mahfud, orang menyampaikan ada apa dengan Pak Mahfud, ini berangkat dari kesadaran atau Pak Mahfud lagi menari di atas panggung supaya ada yang melamar?" tanya Trimedya.
Sindiran terhadap Mahfud sebelumnya juga datang dari Anggota Komisi III DPR, Benny K Harman, yang curiga bahwa Mahfud memiliki motif politik dalam mengungkapkan transaksi mencurigakan tersebut.
Benny mengatakan bahwa ia memiliki prasangka buruk terhadap Mahfud jika tidak menjelaskan secara lengkap mengenai hal tersebut.
“Saya termasuk yang punya prasangka jelek atas apa yang disampaikan oleh Pak Mahfud, sehingga secara terbuka saya menyatakan, apabila Pak Mahfud tidak menjelaskan ini secara lengkap, saya menengarai Pak Mahfud punya motif politik,” terang Benny K Harman.
Sebelumnya, Mahfud mengungkap transaksi mencurigakan senilai Rp349 T di Kementerian Keuangan. Mahfud dinilai mencari panggung dalam mengungkapkan transaksi tersebut dan disinyalir memiliki motif politik.
Mahfud memiliki kemampuan di ranah akademis, politik, dan sebagai aktivis. Ia mengklaim berwenang untuk mengungkap adanya dugaan TPPU di Indonesia.***

Share this article
Mahfud MD sang Menko Polhukam panen sindiran pasca membongkar dugaan transaksi mencurigakan senilai Rp349 triliun di Kemenkeu.