AYOJAKARTA.COM---Penyebab kebakaran Depo Pertamina Plumpang diduga terjadi karena petir yang bertemu dengan uap BBM pada saat pengisian ataupun ada kabel listrik yang terbuka sebagai jalan penyulut api. Namun ternyata nama Anies Baswedan ikut diseret-seret dalam kasus ini.
Asal mula penyebab kebakaran tersebut disimpulkan oleh ahli dari kesaksian warga sekitar Depo Pertamina Plumpang yang mendengar suara petir sebelum ledakan depo.
Di sisi lain, beredar isu di publik bahwa Anies Baswedan menjadi sosok yang bertanggung jawab.
Pasalnya Anies Baswedan sebelumnya sudah mendapat peringatan untuk membuat zona aman atau buffer zone pada sekeliling Depo Pertamina Plumpang.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Twitter @MurtadhaOne1, ditampilkan sejumlah artikel mengenai larangan adanya pemukiman yang berjarak dekat dengan Depo Pertamina Plumpang.
Larangan tersebut datang dari tokoh politik Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta pada periode 2014 – 2017.
Dalam judul artikel yang diunggah diketahui bahwa Ahok memberikan peringatan kepada Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2017 – 2022.
Terdapat artikel dengan judul “Ahok Pernah Ingatkan Anies Soal Kawasan Tanah Merah Dekat Depo Pertamina Plumpang, Seharusnya Tak Dihuni Warga,” dan artikel dengan judul “Anies Teken Kontrak Politik dengan Warga Tanah Merah Jakarta Utara,”.
Jika dilihat dari judul artikel tersebut dapat diketahui bahwa Ahok sudah beri peringatan untuk memindahkan warga Tanah Merah namun pada masa pemerintahan Anies justru diadakan kontrak politik.
Depo Pertamina Plumpang merupakan depo yang cukup penting bagi Indonesia karena memberi 20% pasokan BBM untuk kebutuhan nasional setiap harinya.
Kebakaran Depo Pertamina Plumpang yang terjadi pada Jumat (3/3/2023) lalu ternyata bukan petama kalinya.
Pada 18 Januari 2009 Depo Pertamina Plumpang juga pernah terbakar dengan penyebab human error namun tidak sampai merambat ke pemukiman penduduk.
Di samping itu, Gubernur DKI Jakarta pada periode saat ini, Heru Budi Hartono memiliki pemikiran yang sama dengan Ahok.
Menurutnya memang perlu adanya kawasan yang difungsikan sebagai buffer zone dan terbebas dari pemukiman penduduk.
Buffer zone bisa dilakukan untuk solusi jangka pendek saja sedangkan untuk jangka panjang bisa dilakukan relokasi Depo Pertamina Plumpang.
“Ini kan Depo Pertamina yang beresiko tinggi ya. Mau tidak mau, jangka pendek harus ada buffer zone,” ujar Heru.
Ia menyampaikan bahwa rencana adanya buffer zone dengan lebar 50 meter sudah ada sejak tahun 2009 tapi tak kunjung direalisasikan hingga kini memakan korban, dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompas TV (6/3/2023).***

Share this article
Kebakaran Depo Pertamina Plumpang yang terjadi pada Jumat (3/3/2023) lalu ternyata bukan pertama kalinya.