AYOJAKARTA.COM - Usai mendampingi Presiden Joko Widodo memantau keberangkatan saluran bantuan untuk korban Gempa Turki dan Suriah berupa 140 ton makanan, Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Uni Emirat Arab (UEA).
Baru-baru ini, Prabowo Subianto bertemu dengan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Urusan Kepresidenan UEA H.H. Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan, di Qasr Al Watan Abu Dhabi.
Kegiatan ini menjadi agenda Prabowo Subianto untuk hadir dalam acara 16th International Defense Exhibition (IDEX) 2023 yang sedang berlangsung di Abu Dhabi Uni Emirat Arab.
Baca Juga: Baca Doa Ini Sakit Kronis InsyaAllah Sembuh dan Terhindar dari Wabah Penyakit
Dikutip Ayojakarta.com melalui akun Instagram @prabowo, dimana Menteri Pertahanan RI tersebut menyampaikan bahwa ia telah mendampingi Presiden Jokowi dalam melepas keberangkatan bala bantuan dari Indonesia untuk korban Gempa Turki dan Suriah.
Diketahui Pemerintah Indonesia menyiapkan bantuan berisi 140 ton bahan makanan yang akan disalurkan kepada korban Gempa Turki dan Suriah.
"Pada pagi hari ini mendampingi Presiden Joko Widodo @jokowi melepas keberangkatan bantuan Pemerintah Republik Indonesia untuk Turkiye dan Suriah, berisi 140 ton bahan makanan," tulis keterangan Instagram Prabowo pada 21 Februari 2023 lalu.
Diketahui 4 pesawat dikerahkan oleh Pemerintah Indonesia untuk mengirim bantuan bahan makanan tersebut ke Turki.
Usai kegiatan tersebut, Prabowo diketahui juga baru melakukan pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Urusan Kepresidenan UEA H.H. Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan, di Qasr Al Watan Abu Dhabi.
Prabowo menghadiri acara 16th International Defense Exhibition (IDEX) 2023 yang sudah diselenggarakan pada tanggal 20 sampai dengan 24 Februari 2023.
Dalam momen pertemuan Prabowo dengan Sheikh Mansour ini, mereka membicarakan terkait hubungan kerja sama antar negara pada bidang pertahanan dan militer.
Melansir website resmi kemhan.go.id, dalam hal ini ruang lingkup kerja sama pertahanan Indonesia dan UEA selama ini meliputi beberapa hal diantaranya sebagai berikut.
- saling kunjung delegasi pertahanan dan Angkatan Bersenjata pada berbagai tingkatan,
- pertukaran informasi dan pandangan di bidang kerja sama pertahanan dan mengenai berbagai permasalahan lain yang menjadi kepentingan bersama terkait keamanan nasional,
- regional dan internasional, kerjasama ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang industri pertahanan,
- peningkatan kapasitas termasuk pengembangan sumber daya manusia, dan bidang lainnya.
Kerja sama pertahanan ini juga sudah terjalin erat di bawah protokol kerja yang tertulis dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani pada 24 Februari 2020 di Abu Dhabi.
Dimana hal ini bertujuan untuk memajukan dan mengembangkan kerja sama bilateral dalam bidang pertahanan sekaligus mengembangkan perencanaan kemampuan industri yang menguntungkan antara Indonesia dengan UEA.***

Share this article
Diketahui Pemerintah Indonesia menyiapkan bantuan berisi 140 ton bahan makanan yang akan disalurkan kepada korban Gempa Turki dan Suriah.