AYOJAKARTA.COM--Kamaruddin Simanjuntak berani sentil Presiden hingga Kapolri soal adanya aliran dana gelap sebesar Rp 155 Triliun yang pernah diungkapkan PPATK.
Menurut Kamaruddin Simanjuntak, jika aliran dana gelap Rp 155 Triliun tersebut tidak diusut, ini menandakan bahwa Indonesia sedang dalam kondisi yang bahaya.
Apalagi kata Kamaruddin Simanjuntak, jika sampai sosok orang nomor satu di Indonesia yaitu Presiden, hingga Kapolri dan bahkan Gubernur BI serta OJK sampai tidak mengetahui perkara aliran dana gelap RP 155 Triliun tersebut.
Lebih lanjut Kamaruddin membongkar aliran dana yang sudah diketahuinya sebesar Rp 155 Triliun berasal dari judi online yang tadinya ia perkirakan hanya sebesar puluhan triliun saja.
“Judi online saja yang tadinya saya taksir cuma berapa puluh triliun ternyata 155 Triliun, transaksinya bersama para mafia itu. Dan PPATK sudah mengatakan itu,” ungkap Kamaruddin.
Bahkan Kamaruddin mengaku telah melaporkan hal tersebut kepada Presiden Jokowi dan meminta adanya pengusutan namun belum dapat terlaksana.
“Saya mohon kepada Presiden Jokowi tetapi Pak Jokowi tidak mau, karena alasan dari orang khususnya beliau mengatakan kepada saya tidak ada payung hukum,” jelas Kamaruddin.
“Beri saya kesempatan satu malam, saya ciptakan payung hukumnya saya bilang. Saya ciptakan perpu supaya ada payung hukumnya saya bilang pada utusannya, tetapi tidak diberi kesempatan itu,” tambahnya.
Kamaruddin sangat meyakini adanya aliran dana gelap besar tersebut yang bahkan telah diumumkan langsung oleh PPATK. Namun sangat disayangkan hingga kini kasus tersebut belum diusut.
“Tapi yang jelas PPATK telah bekerja dan telah mengumumkan Rp 155 Triliun, nah tugas KPK sekarang merespon PPATK,” kata kuasa hukum keluarga Brigadir J itu.
“Siapa yang bertaransaksi di dalam Rp155 Triliun itu, kemana aliran dananya, siapa yang menikmati, lembaga mana saja,” imbuhnya.
Kamaruddin pun menyentil mulai dari Presiden, Kapolri, pihak BI hingga OJK mengapa tidak tahu menahu atau bahkan sengaja menutup rapat kasus aliran dana gelap tersebut.
“Apa mungkin Pak Jokowi selaku presiden tidak tahu, aliran Rp 155 Triliun di negara ini, kalau sampai berani presiden tidak tahu berarti negara ini dalam keadaan bahaya. Ada operasi Rp 155 Triliun operasi kegelapan presiden tidak tahu,” ungkap Kamaruddin.
Baca Juga: Keputusan Akhir! Ferdy Sambo Dihukum Mati dan Putri Candrawathi Dihukum Seumur Hidup, Benarkah?
“Kalau Kapolri mengatakan tidak tahu, berarti negara dalam keadaan darurat, ada operasi senyap Rp 155 Triliun transaksi kegelapan yang mengancam kehidupan berbangsa dan negara,” tambahnya.
Kamaruddin juga menyentil phak Gubernur Bank Indonesia dan OJK yang seharusnya mengetahui adanya aliran dana Rp 155 Triliun tersebut dan mengusutnya hingga tuntas.***

Share this article
“Judi online saja yang tadinya saya taksir cuma berapa puluh triliun ternyata 155 Triliun, transaksinya bersama para mafia itu,"