AYOJAKARTA.COM – Sidang kasus pembunuhan Brigadir J yang melibatkan Richard Eliezer atau Bharada E, Ricky Rizal, Kuat Maruf, serta pasangan suami istri Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi masih bergulir di meja hijau Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Babak baru sidang Ricky Rizal sebagai salah satu dari 5 terdakwa terkait pembunuhan Brigadir J terungkap oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Dikutip melalui video yang beredar di kanal Youtube Kompas TV oleh Ayojakarta.com pada 27 Januari 2023, Ricky Rizal menyampaikan pembelaan yang viral dengan tangisan.
Pledoinya bercerita mengenai kronologi pengamanan senjata Brigadir J yang dijadikan dasar tuntutan ketika ia terseret skenario Ferdy Sambo dalam eksekusi Brigadir J.
Ricky Rizal melalui tangisan yang viral membahas kronologinya mengamankan senjata dengan dalih mencegah keributan antara Brigadir Yosua dengan Kuat Maruf sejak di Magelang hingga di Duren Tiga.
Pada sidang dengan agenda pembacaan pembelaanya, Ricky Rizal mengungkapkan bagaimana ia terkejut saat mengetahui pengamanan senjata Brigadir J disebut-sebut bagian dari skenario oleh Jaksa Penuntut Umum.
"Saya tidak pernah tahu ada rencana pembunuhan apalagi dianggap sebagai bagian dalam rencana tersebut," terang Ricky Rizal.
Ricky Rizal mengungkapkan upaya pengamanan terhadap pisau yang dipakai Kuat juga sudah dilakukan malam itu dan tindakan pengamanan senjata api sudah disampaikan langsung terhadap Yosua.
"Sebagai senior dan dituakan, saya melakukan tindakan mengamankan senjata api sebagai bentuk antisipasi dan mitigasi resiko terjadinya keributan kembali diantara mereka (Kuat Maruf dan Brigadir J)," kata Ricky Rizal.
Selain itu, Ricky Rizal juga mengungkapkan bahwa Yosua sudah mengetahui saat senjatanya diamankan, di mobil saat menuju Jakarta dari rumah Magelang.
"Apabila ingin mengamankan sesuai dengan skenario, tentu saya akan mengamankan dalam tas saya, agar dalam penguasaan saya," terang Ricky Rizal.
Ricky Rizal juga mengungkapkan perasaannya saat menolak perintah back-up dari sang atasan, Ferdy Sambo.
"Mental saya tidak kuat," kata Ricky Rizal menjelaskan alasan dia menolak perintah Ferdy Sambo.
Selain itu, ia menegaskan kalau tidak mengetahui rencana pembunuhan Brigadir J maupun skenario yang dibuat oleh Ferdy Sambo.
Ricky Rizal mengakui bahwa ia diajak Richard Eliezer untuk naik ke lantai 3 tempat Eliezer menerima perintah eksekusi. Namun, Ricky menyatakan tidak ikut masuk ataupun mendengar karena pikirannya sedang kacau setelah mendengar Putri Candrawathi dilecehkan.
Ia tidak mengira Putri Candrawathi dilecehkan oleh mendiang Brigadir J, dimana ia bertugas untuk menjaga istri sang Kadiv Propam saat itu.***

Share this article
Pledoinya bercerita mengenai kronologi pengamanan senjata Brigadir J yang dijadikan dasar tuntutan ketika ia terseret skenario Ferdy Sambo