AYOJAKARTA.COM - Kamaruddin Simanjuntak, Kuasa Hukum keluarga Brigadir J atau Yosua kembali menjadi perbincangan publik.
Pada kasus pembunuhan Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak juga terus menguak fakta-fakta baru.
Salah satu dugaan fakta yang diungkap oleh Kamaruddin Simanjuntak adalah terkait waktu rancangan Ferdy Sambo untuk membunuh Brigadir J.
Baca Juga: Berapa Gaji CPNS 2023 untuk Lulusan SMA Sederajat? Simak Daftar Lengkapnya di Sini!
Dikutip dari kanal YouTube BeritaSatu pada Jum’at, 20 Januari 2023 berikut ulasannya.
Pengacara Brigadir Yosua menyebut bahwa Ferdy Sambo memiliki kualitas kejahatan yang luar biasa.
Diduga eks Kadiv Propam Polri ini telah merencanakan kejahatan tersebut sejak Juni 2022.
Baca Juga: Megathrust Ancam Pulau Jawa! Pemahaman Masyarakat Soal Gempa Dahsyat Itu Sudah Benar? Simak di Sini
“kualitas kejahatan dari Ferdy Sambo ini sungguh luar biasa yaitu sudah merancang kejahatan sejak bulan Juni 2022,” ucap Kamaruddin.
“kemudian mereka mengirim istri dan Yosua ke Magelang lalu mereka melakukan dugaan simulasi pembunuhan satu minggu pertama itu,” tambahnya.
Hal tersebut diduga karena adanya beberapa peran dalam kasus pembunuhan Yosua.
Baca Juga: Wow! Ketua DPRD PPU Laporkan Wanita Open BO yang Disewanya, Kenapa Ya?
Diantaranya adalah peran seseorang yang dengan sengaja menyembunyikan suara pistol dengan suara petasan.
Kemudian adanya peran seseorang untuk mengamankan situasi Duren Tiga dengan berdagang Siomay.
“kalau mau percaya andaikan Polisi mau mengambil CCTV para tetangga, disitu akan terlihat bagaimana peran dari seseorang menyembunyikan petasan supaya antara bunyi pistol dengan petasan itu saru,” ucap Kamaruddin.
“bagaimana peran seseorang yang dirancang cuti untuk mengamankan situasi Duren Tiga dengan berdagang somay,” pungkasnya.
Pengacara Yosua juga menyebut bahwa penyidik dan Jaksa tidak bekerja secara maksimum.
Sebab dalam kasus Sambo diduga ada kasus lain yakni judi online, narkotika dan prostitusi.
Baca Juga: Wow! Ketua DPRD PPU Laporkan Wanita Open BO yang Disewanya, Kenapa Ya?
“karena penyidik dan jaksa tidak maksimum kerjanya, tidak maksimum karena Ferdy Sambo ini kan the good father, dia mengelola uang besar 155 triliun dugaan judi online belum lagi dari narkotika atau narkoba, belum lagi dari prostitusi dan sebagainya dan itu mengalir sampai jauh,” ucapnya.
Ia pun kecewa karena yang ditampilkan dalam persidangan justru adalah fakta yang tidak ada.
Yakni soal kesimpulan Jaksa yang menyebut ada perselingkuhan antara Brigadir Yosua dengan Putri Candrawathi.***

Share this article
Kamaruddin SImanjuntak sebut ada fakta baru yang terus dikuak, salah satunya ada tukang siomay saat eksekusi Brigadir J oleh Ferdy Sambo