AYOJAKARTA.COM – Sidang pembunuhan Yosua Hutabarat alias Brigadir J sudah memasuki babak akhir, yakni pembacaan tuntutan terdakwa.
Memasuki sidang tuntutan, isak tangis Ibunda Brigadir J, Rosti Simanjuntak kembali pecah.
Ia mengaku bahwa saat setelah Yosua meninggal, nomornya diblokir oleh salah satu Ajudan Ferdy Sambo.
Baca Juga: Wajib Catat! Ini 14 Titik Lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jadetabek Selasa 17 Januari 2023
Hal itu diungkap, Rosti Simanjuntak saat berbincang dengan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad.
Dilansir AyoJakrta.com dari kanal YouTube Abraham Samad SpeakUp pada Senin, (16/1/2023), Rosti mengatakan bahwa tidak ada yang memberi tahu dirinya kalau Brigadir J sudah tewas ditembak.
Menurutnya, apapun alasan tewasnya sang anak, setidaknya harus memberi tahu orang tua almarhum.
“Anak saya meninggal di rumah itu degan banyak ajudan, dan asisten, bahkan atasannya, ada Putri, ada FS, sedikitpun mereka tidak memberi tahu, kepada kami sebagai orang tua,” kata Ibunda Yosua.
“Setau saya sebagai orang tua ataupun saya orang awam, kalau anak itu meninggal apapun alasannya paling tidak mereka sebagai atasan harus memberitahu bahwa anak itu meninggal,” lanjutnya.
Rosti sangat kecewa dengan ditembaknya sang anak, karena Brigadir J di rumah Ferdy Sambo hanya bekerja.
“Sedangkan anak itu benar-benar disana bekerja dengan dipanggil negara, untuk melakukan pekerjaan disana melalui seleksi yang sangat ketat, dan direkrut sebagai Ajudan,” jelas Rosi.
Selain tidak mendapat kabar anaknya tewas, saat menghubungi salah satu Ajudan, nomor Mama Brigadir J itu diblokir, bahkan diblokir juga dari nomor sang anak.
Baca Juga: Pantas Banyak yang Ngemis Online, Ternyata Harga Item Gift TikTok Bisa sampai Jutaan Rupiah
“Sayapun tidak mendapatkan kabar itu, bahkan menelepon salah satu Ajudan itu mereka memblokir HP (Handphone) saya dan anak saya,” ungkap Rosti Simanjuntak.
Lebih lanjut, istri Samuel Hutabarat itu menyebut para terdakwa merencanakan pembunuhan Brigadir J.
“Jadi mereka memang bersama-sama berkomplotan saat melakukan pembunuhan yang sadis, dan sangat keji kepada anak saya,” tutur Rosi.
“Entah apa, kejahatan yang mereka tutupi, yang sengaja mereka sama-sama tahu di dalam peristiwa pembunuhan ini,” pungkas Ibunda Brigadir J.***

Share this article
Isak tangis Ibunda Brigadir J, Rosti Simanjuntak kembali pecah. Ia menceritakan saat nonormnya diblokir oleh salah satu ajudan Ferdy Sambo.