AYOJAKARTA.COM--- Sidang kasus perusakan CCTV atas kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J digelar pada Kamis (5/1/23) kemarin.
Dalam sidang tersebut menghadirkan terdakwa Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria, Arif Rachman Arifin kemudian Ferdy Sambo sebagai saksi.
Dalam kasus ini Hendra Kurniawan ditetapkan sebagai terdakwa setelah terbukti berkoordinasi dengan Agus Nurpatria soal perusakan CCTV.
Kemudian Agus Nurpatria memberi perintah kepada Baiquni, Chuck Putranto, Arif Rachman, dan Irfan Widyanto untuk merusak barang bukti CCTV yang kemudian menyebabkan mereka juga menjadi terdakwa.
Saat hadir sebagai saksi dalam kasus perusakan barang bukti CCTV, Ferdy Sambo dicecar beberapa pertanyaan perihal skenario yang ia buat.
Baca Juga: Punya Niat Ingin Poligami? Wajib Simak Dulu Penjelasan Mbah Moen Berikut Ini
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal Youtube Kompas TV pada (5/1/2023), Ferdy Sambo ditanya mengenai berapa lama waktu yang ia butuhkan untuk menyusun skenario.
Sebelum kemudian ia menceritakan skenarionya tersebut pertama kali kepada Benny Ali.
Ferdy Sambo kemudian menjawab bahwa ia memerlukan waktu untuk menyusun skenario tersebut sekitar setengah jam lebih.
“Itu kurang lebih hampir setengah jam lebih,” jawab Ferdy Sambo.
“Jadi dalam waktu setengah jam saksi menyusun skenario untuk itu?” jaksa kembali bertanya untuk menegaskan jawaban Ferdy Sambo tersebut.
Ferdy Sambo kemudian menuturkan jika saat itu skenario yang ia buat masih berubah-ubah dan sangat kacau.
“Skenario lengkap sih belum karena masih berubah-ubah waktu itu, saya tidak ada persiapan,” jelas Ferdy Sambo dalam persidangan.
Namun tiba-tiba Ferdy Sambo memberikan jawaban yang cukup mengejutkan soal peristiwa di Magelang.
“Kemudian saya masukkan Magelang kemudian saya perintahkan untuk nggak usah jadi masih kacau lah,” imbuhnya.
Saat dicecar kembali apakah ia juga membuat skenario untuk Chuck Putranto terkait CCTV, Ferdy Sambo mengatakan tidak.
“Tidak ada, skenario saya itu hanya peristiwa di dalam rumah Duren Tiga,” jelas Ferdy Sambo.
Kemudian yang lebih mengejutkan lagi, Ferdy Sambo juga mengungkapkan jika soal pelecehan seksual merupakan bagian dari skenario.
“Yang pertama itu skenario masalah pelecehan kedua masalah tembak-menembak yang lain tidak ada skenario,” ujar Ferdy Sambo.

Share this article
Terdakwa Ferdy Sambo akhirya mengakui pelecehan seksual di Magelang adalah bagian dari skenario buatannya