AYOJAKARTA.COM – Kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat akan segera menuju babak akhir.
Kasus yang melibatkan terdakwa Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Richard Eliezer, Ricky Rizal dan Kuat Maruf ini masih terus dalam proses persidangan.
Seperti yang diketahui, Brigadir J tewas setelah ditembak oleh Richard Eliezer atas perintah Ferdy Sambo.
Kelima terdakwa tersebut kemudian didakwa dengan pasal 340 terkait pembunuhan berencana.
Namun hanya terdakwa Richard Eliezer yang berani mengakui bahwa ia menembak namun atas perintah Ferdy Sambo dan juga memberikan keterangan adanya unsur perencanaan eksekusi Yosua.
Sedangkan keempat terdakwa lain khususnya Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi tidak mengakui adanya perencanaan pembunuhan terhadap Brigadir J dan bahkan terus berupaya untuk bisa lolos dari pasal 340 pembunuhan berencana.
Bahkan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi masih saja bersikeras bahwa penembakkan terhadap Brigadir J tersebut didasari adanya tindak pelecehan seksual.
Di tengah polemik terbukti atau tidaknya ada unsur pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, beredar sebuah video di sosial media Tiktok yang memperlihatkan sosok yang diduga almarhum Brigadir J, Putri Candrawathi dan Kuat Maruf.
Dikutip AyoJakarta.com video tersebut diunggah oleh akun Tiktok @laross_bwi pada Sabtu (31/12/2022) dan diberi judul “Kayaknya rencana pembunuhan sudah dari Magelang, terlihat KM PC pantau almarhum Brigadir J”.
Video yang diunggah dalam akun Tiktok tersebut memperlihatkan potongan gambar yang sepertinya rekaman dari sebuah CCTV yang dari lokasinya tampak seperti sebuah rest area atau tempat makan.
Dalam video tersebut terlihat potongan foto dari rekaman CCTV di sebuah parkiran dengan banyak mobil yang berjejer dan berdasarkan keterangan dalam video tersebut lokasinya berada masih berada di Magelang.
Kemudian ada sebuah tanda panah berwarna merah yang menunjuk ke sosok seseorang berbaju hitam tengah berada di depan sebuah mobil yang diparkir dan tanda panah tersebut diberi keterangan Kuat Maruf.
Di bagian pojok kiri atas ada tanda panah serupa menunjuk seseorang dengan kaos putih menuju tangga yang sepertinya akan masuk ke sebuah tempat entah restoran atau yang lain di rest area, dan tanda panah tersebut diberi keterangan Yosua.
Lalu di detik ke 39 ada tanda anak panah yang sama menunjuk juga kepada seseorang yang berada di depan mobil yang terparkir dan diberi keterangan Putri Candrawathi.
Sosok yang diduga Kuat Maruf dan Putri Candrawathi berdasarkan tanda anak panah tersebut memang terlihat seperti sedang melihat ke arah sosok yang diduga Yosua yang tengah menaiki anak tangga.
Sehingga terlihat sosok diduga Yosua tersebut seperti sedang diperhatikan atau dipantau oleh sosok yang diduga Kuat Maruf dan Putri Candrawathi dari bawah.
Bahkan di akhir video sosok yang diduga Kuat Maruf tersebut diberi tanda lingkaran merah dan ditulis “orang yang mengawasi”.
Kemudian sosok yang diduga Yosua tengah menaiki anak tangga juga diberi tanda lingkaran merah dan diberi tulisan “korban”.
Belum bisa dipastikan apakah foto yang merupakan potongan dari rekaman CCTV tersebut benar sosok diduga Kuat Maruf dan Putri Candrawathi yang tengah mengawasi sosok yang diduga Brigadir J saat ketiganya masih berada di Magelang.
Namun video Brigadir J diduga diawasi oleh Kuat Maruf dan Putri Candrawathi sejak dari Magelang tersebut langsung mendapat komentar yang beraneka ragam dari netizen.
“Almarhum betul-betul sudah diawasi dan dijaga ketat supaya jangan lari, sedih almarhum sudah pasrah, Ya Allah,” tulis netizen dengan akun @evaseptrinanasuti.
Hal senada juga dituliskan oleh netizen dengan akun @user550436, “Jelas direncanakan 340.”
Namun ada juga yang menyinggung jika Putri Candrawathi berbohong dengan menuliskan komentar, “Lah katanya PC tidur gak tau apa-apa, itu turun dari mobil.”
Netizen dengan akun @Jenny R juga berkomentar sama, “PC lho bilangnya tidur, nyatanya tuh.”
“Sudah dipantau gerak geriknya Yosua,” tulis netizen dengan akun @blackghost11. ***

Share this article
Di tengah polemik terbukti atau tidaknya ada unsur pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, beredar sebuah video almarhum.