AYOJAKARTA.COM – Sosok ART Ferdy Sambo yang juga menjadi terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, Kuat Ma'ruf sempat memberikan kesaksiannya terkait Putri Candrawathi yang disebut-sebut mengalami pelecehan seksual.
Pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Senin, 5 Desember 2022, bahwa Kuat Ma'ruf melihat Brigadir J masuk ke dalam kamar istri Ferdy Sambo yaitu Putri Candrawathi.
Kata Kuat Ma'ruf, saat itu Brigadir J disebutnya kepergok mengintip Putri Candrawathi yang tengah berada di dalam kamar.
Baca Juga: Meski Bukan Pelawak, Inilah Momen Kocak Kuat Maruf saat Jadi Saksi dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J
“Saat itu, dia (Brigadir J) ngintip-ngintip gitu, lalu saya tegur, woi! Saya tegur, dia malah lari ke arah dapur, tembus garasi,” kata Kuat Ma'ruf, dikutip dari tayangan YouTube KOMPASTV, Ahad, 18 Desember 2022.
Menurut Kuat Ma'ruf Brigadir J yang saat itu terlihat bertingkah mencurigakan lalu langsung lari terbirit-birit ketika ketemu dirinya di teras.
“Yosua ketemu saya langsung putar balik, dia lari lagi masuk kedalam rumah. Nah, saya kejar kan, ini ada apa? Saya masuk, dia sudah buka pintu ruang tamu, sudah keluar,” ucap Ma'ruf.
Menurut Kuat Ma'ruf, karena curiga dengan tingkah laku Brigadir J, lantas dia memanggil Susi untuk mengecek ke atas yaitu ke kamar Putri Candrawathi.
“Susi, kamu coba lihat ke atas, lihat ibu (Putri Candrawathi), setelah Susi naik, dia teriak-teriak sambil nangis, lalu susi panggil saya,” tutur Kuat Ma'ruf.
Mendengar Susi berteriak sambil menangis, Kuat Ma'ruf pun mengaku langsung mengecek ke atas.
“Setelah saya naik ke atas, saya lihat ibu Putri Candrawathi antara setengah tidur lah, karena kepalanya masih ditempel baju kotor waktu itu.
Terus yang saya melihat ibu menangis tapi nggak ada suaranya. Justru Susi yang menangis kencang, ‘Ayo sus, angkat ibu’ ini ibu kenapa?” kata Kuat Ma'ruf.
Menurut Kuat Ma’ruf pada saat itu dia tidak bisa mengangkat Putri Candrawathi yang tergeletak sendirian.
Adapun Kuat Ma'ruf pun meminta Susi untuk membantunya mengangkat Putri Candrawathi.
“Saya sudah sempat pegang kakinya waktu itu. Kalau saya mengangkat ibu sendirian kan nggak mungkin bisa. Badan ibu rada gede pak. Ayo susi angkat ibu, ini kakinya sudah dingin banget,” kata Kuat Ma'ruf.
Mendengar keterangan Kuat Ma'ruf, Hakim pun langsung bertanya soal lebih berat mana berat badan Kuat Ma'ruf dengan Putri Candrawathi.
Kemudian, pertanyaan hakim itu pun dijawab oleh Kuat Ma’ruf.
“Kayaknya lebih berat saya, Yang Mulia, Cuma tingginya, tinggian ibu,” ucap Kuat Ma'ruf.
Baca Juga: Kuat Maruf Laporkan Hakim ke KY, Kamaruddin Simanjuntak Bantah: Hakim Sudah Bijaksana
Kemudian lanjut cerita tentang Kuat Ma'ruf mengangkat Putri candrawathi, menurut ART Ferdy Sambo itu, saat situasi sedang kalut, Brigadir J datang menghampiri.
“Dia datang sambil menangis lalu saya tanya, Om, kamu apain ibu? Lalu dia bilang ‘tenang Om, saya bisa jelaskan,’’ kata Kuat Ma'ruf menirukan perkataan Brigadir J.
Belum selesai memberi penjelasan pada Kuat Ma'ruf, Brigadir J di sebut langsung kembali turun tangga menuju arah dapur sambil menangis.
“Saya lihat ada pisau di dapur yang disimpan diatas apel, saya kantongi pisau tapi saya enggak kejar Yosua. Saya balik nolongin ibu,” kata Kuat Ma'ruf.
Singkat cerita, Putri Candrawathi yang tergeletak sudah diangkat Susi dan Kuat Ma’ruf, barulah istri Ferdy Sambo itu menangis di hadapan kedua ART nya.
“Saat mata ibu melek, ibu langsung menangis. Kayak ketakutan gitu, mana HP, mana Ricky, ibu ketakutan,” kata Kuat Ma’ruf menirukan perkataan Putri Candrawathi.
Saat ditanya ada apa oleh Kuat Ma'ruf, Putri Candrawathi langsung menyebut bahwa Brigadir J disebutnya sadis.
“Jangan tinggalin ibu, Yosua sadis sekali sama ibu, Yosua sadis sekali ibu gemeteran, tolong telepon Ricky,” kata Kuat Ma'ruf yang saat itu menirukan perkataan Putri Candrawathi.
Kemudian kata Kuat Ma'ruf, dia yang menghampiri Brigadir J ke bawah langsung minta dia untuk menjelaskan pada Ricky Rizal.
“Kamu jelaskan saja sama Ricky,” katanya.
Kemudian Kuat Ma’ruf yang kembali ke atas langsung menghampiri Putri Candrawathi dan meminta agar majikannya itu melapor kepada Ferdy Sambo.
“Bu lapor bapak ibu, tapi ibu masih menangis. Setelah itu saya suruh Susi untuk tutup semua pintu,” ucap Kuat.
Tak lama kemudian, Richard Eliezer atau Bharada E dan Ricky Rizal atau Bripka RR datang.
“Om Richard dan Om Ricky datang, karena mungkin sudah ditelepon sama ibu,” tutur Kuat Ma'ruf.***
Share this article
Kuat Ma'ruf sempat memberikan kesaksiannya terkait Putri Candrawathi yang disebut-sebut mengalami pelecehan seksual.