AYOJAKARTA.COM – Siapa saja yang menembak mendiang Nofriansyah Yosua Hutabarat masih menjadi teka-teki di sidang perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir J pada 8 Juli 2022.
Hal itu yang ingin digali Majelis Hakim dalam persidangan dengan terdakwa dua mantan ajudan Ferdy Sambo (FS) yaitu Richard Eliezer alias Bharada E dan Ricky Rizal alias Bripka RR.
Satu lagi terdakwa dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Yosua itu adalah asisten rumah tangga (ART) sekaligus Keluarga FS, Kuat Ma’ruf.
Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi juga menjadi terdakwa dalam kasus yang menewaskan Brigadir J tersebut namun disidang terpisah dengan ketiga orang tersebut.
Dalam sidang kemarin, Rabu 8 Desember 2022, Ferdy Sambo yang menjadi saksi ditanya Majelis Hakim mengenai siapa penembak Brigadir J atau Yosua.
Baca Juga: So Sweet, Ternyata Putri Candrawathi Cinta Pertama Ferdy Sambo Sejak 1 SMP
Baca Juga: Gempa Jember Skala Magnitudo 6,0 Daryono BMKG Ingatkan Tsunami dan Gempa Sumba 1977
“Saudara saksi, tadi pertanyaan terakhir jaksa, saudara merasa bahwa saudara diframing seolah-olah tidak jujur. Setuju kan ya? Soal poligraf tadi,” tanya hakim ke Sambo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).
“Masih,” jawab Sambo seperti dilansir pmjnews.com.
“Kalau memang saudara memang pengen jujur, saya pengen nanya ini, pertanyaan terakhir dari saya, berapa kali Richard menembak?,” tanya hakim.
“Setelah kejadian baru saya tahu, 5 kali,” ucap Sambo.
“Setelah kejadian, menurut saudara lihat, kan saudara di depan ya, di sebelahnya ya?,” tanya hakim.
“Saya sudah sampaikan Yang Mulia, jadi, kejadiannya begitu cepat,” kata Sambo.
“Saudara ikut nembak enggak?,” tanya hakim.
“Saya sudah jawab di awal, saya tidak ikut nembak,” jawab Sambo.
Baca Juga: Kisah Asmara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Balik Penembakan Terhadap Yosua
Baca Juga: Ustad Adi Hidayat Beberkan Rumus Gampang Agar Rezeki Terus Bertambah Menurut Al Quran
“Tidak ikut nembak. Ini hasil pemeriksaan sementara dari autopsi, ini ada 7 luka tembak masuk pada tubuh dan 6 luka tembak keluar, jadi jadi pelurunya ke luar. Kalau saudara katakan (Bharada E nembak) 5, terus yang 2 siapa yang nembak?,” tanya hakim.
“Saya tidak tahu,” jawab Sambo.
“Apakah ada orang lain nembak?,” tanya hakim lagi.
“Saya tidak tahu,” kata Sambo.
“Ya, nanti hakim yang akan menyimpulkan,” tandas hakim.
Dalam persidangan sebelumnya, Bharada E sudah mengakui dirinya menembak Yosua. Namun, Richard Eliezer juga menegaskan bahwa Ferdy Sambo juga ikut menembak Yosua yang saat itu sudah jatuh.
Menurut Richard Eliezer, dirinya tidak menembak sebanyak lima kali saat itu.
“Saya melihat beliau menembak ke arah Yosua, Yang Mulia. Dan saya juga tidak menembak sebanyak lima kali. Terima kasih, Yang Mulia,” kata Bharada E seperti disiarkan kanal YouTube Kompas TV.

Share this article
Siapa saja yang menembak mendiang Yosua masih menjadi teka-teki di sidang perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.