AYOJAKARTA.COM – Bencana alam gempa bumi kembali terjadi di Indonesia pada Senin, 21 November 2022 kemarin.
Bencana gempa bumi dengan kekuatan 5 skala richter ini mengguncang wilayah Cianjur, Jawa Barat.
Pusat gempa sendiri terjadi di wilayah Desa Cijedil Kecamatan Cugenang yang juga merupakan daerah dengan kerusakan terparah.
Baca Juga: Putri Candrawathi Positif Covid, Anak Sulungnya Unggah Foto: Cepat Sembuh Mama
Di Desa Cijedil kecamatan Cugenang ini gempa bumi juga menyebabkan terjadinya tanah longsor yang meluluh lantakkan perumahan warga.
Akibat dari bencana alam gempa bumi ini, tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur saja namun juga menelan banyak korban jiwa.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal Youtube Tv One News pada (24/11/22), Kepala BNPS Letjen TNI Suharyanto kembali menginformasikan update terbaru jumlah para korban akibat bencana gempa bumi ini.
Kepala BNPS Letjen TNI Suharyanto menginformasikan jumlah korban akibat gempa bumi dan tanah longsor per hari ini Kamis, 24 November 2022.
Baca Juga: Nonton Siaran Langsung Uruguay vs Korea Selatan di Piala Dunia 2022 di Sini, Kick Off Jam 20.00 WIB!
Suharyanto menuturkan korban meninggal sebanyak 272, dimana 107 jenazah belum teridentifikasi.
Kemudian untuk korban hilang yang awalnya 40 orang namun karena sudah ditemukan satu jadi tinggal 39 orang.
“Dari 39 itu 32 adalah warga Cijendil Kecamatan Cugenang dan ada 7 warga yang melintas disekitar itu dan ikut menjadi korban,” ujar Suharyanto.
“Korban hilang ini semuanya sudah teridentifikasi nama dan keluarganya sehingga ini untuk memudahkan pencarian,” tambahnya.
Baca Juga: Ternyata Bukan Hakim, Otto Hasibuan Sebut Hanya Orang Inilah yang Bisa Menuntaskan Kasus Ferdy Sambo
Sedangkan untuk korban luka sebanyak 2046 dan untuk warga yang mengungsi sebanyak 62.545 orang.
Tidak lupa Kepala BNPS Letjen TNI Suharyanto juga menghimbau bagi para warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk segera melapor.
“Kami himbau khususnya pada masyarakat yang merasa anggota keluarganya hilang melaporkan ke posko agar ini jelas, nama tempat tinggal, ciri-cirinya, umurnya, jenis kelamin dan sebagainya,” himbau Suharyanto.
“Kenapa demikian, karena itu tadi dari 272 jenazah yang ditemukan ternyata masih ada 107 yang belum bisa diidentifikasi secara jelas nah ini kami mohon bantuan dari seluruh masyarakat yang merasa anggota keluarganya hilang,” tambahnya.
Kepala BNPS Letjen TNI Suharyanto juga mengingatkan untuk para warga yang memiliki anggota keluarga yang meninggal dalam bencana ini untuk segera melengkapi surat kematian.
“Bagi yang keluarganya ada yang meninggal dan sudah dimakamkan atau dimakamkan oleh petugas agar melengkapi surat pernyataan kematian yang dikeluarkan oleh fasilitas kesehatan setempat,” ujar Suharyanto.
“Karena ini menyangkut terkait bantuan dan santuan atau asuransi jiwa itu semua salah satu syaratnya surat kematian,” pungkas Kepala BNPS tersebut. ***

Share this article
Senin, 21 November 2022 Bencana gempa bumi dengan kekuatan 5 skala richter ini mengguncang wilayah Cianjur, Jawa Barat.