AYOJAKARTA.COM - Sidang kasus pembunuhan Brigadir J yang sedianya dilanjutkan pekan ini ditunda hingga pekan depan.
Meski demikian banyak momen menarik yang terjadi dalam sidang yang berlangsung pada pekan lalu.
Banyak pernyataan mengejutkan yang diungkap oleh para saksi di sidang tersebut.
Satu di antaranya adalah berasal dari saksi Damson yang dikutip ayojakarta.com dari YouTube tvOneNews pada Rabu (16/11/2022).
Sebagai informasi, Damson merupakan security di kediaman Ferdy Sambo yang turut dihadirkan sebagai saksi di persidangan kasus pembunuhan Brigadir J.
Dalam kesaksiannya, Damson mengungkapkan sebuah pengakuan mengejutkan.
Ia menyebutkan sifat Brigadir J semasa hidup yang temperamental.
"Orangnya itu kadang-kadang tempramen, dia kadang-kadang kalau saya lagi duduk di depan rumah, dia datang kayak marah-marah sendiri," cerita Damson.
"Terus saya tanya ada apa Lojo kan saya panggil namanya Lojo. Tapi dia tidak mau apa-apa, dia langsung masuk ke dalam lagi tidak ada bicara apa-apa, kadang kalau saya duduk di situ dia langsung pukul tempat duduk nih, pukul langsung pergi. Saya tidak tahu ada masalah apa," lanjut Damson.
Terkait dirinya pernah dipukul atau mendapat kekerasan dari Brigadir J, Damson mengaku tidak pernah mengalaminya.
Kesaksian Damson yang menyebut Brigadir J temperamental ini dibantah dengan tegas oleh pengacaranya, Martin Lukas Simanjuntak.
Martin bahkan membeberkan hasil psikolog Brigadir J yang bagus saat dirinya direkrut sebagai anggota Brimob di tahun 2013.
"Joshua ini ketika direkrut menjadi anggota polisi itu ya hasil psikolognya bagus makanya diterima jadi anggota Brimob di tahun 2013," kata Martin.
Tak hanya di tahun 2013, hasil psikolog Brigadir J yang bagus ini juga konsisten di tahun 2019 dan tahun berikutnya yang mana membuatnya direkrut menjadi ajudan Ferdy Sambo bahkan masuk menjadi anggota Satgasus.
"Di tahun 2019 hasil psikolognya ketika seleksi ajudan bagus, di tahun 2020 atau 2021 ketika Ferdy Sambo menjadi Kadiv Propam hasil psikolognya juga bagus makanya dia menjadi ajudan dan dia juga menjadi anggota Satgasus, ditugaskan untuk menjadi apa kepala rumah tangga di rumah," lanjutnya.
Terkait tudingan Brigadir J yang memiliki kepribadian ganda, Martin Lukas Simanjuntak dengan tegas membantahnya.
Baginya, tidak mungkin Brigadir J memiliki kepribadian ganda seperti yang belakangan ramai dituduhkan.
Baca Juga: Makin Nyeleneh! Skenarionya Terbongkar, Kuasa Hukum Ferdy Sambo Malah Tanya Hal Tidak Penting Ini
Ia menambahkan menghina Brigadir J memiliki kepribadian ganda sama artinya dengan menghina institusi Polri.
"Nggak mungkin ini orang memiliki kepribadian ganda, menghina Joshua memiliki kepribadian ganda sama saja menghina institusi Polri dalam hal ini," tegasnya.
Martin menambahkan, isu Brigadir J berkepribadian ganda diduga sengaja dihembuskan oleh orang-orang tertentu yang ingin membuat karakter Brigadir J digambarkan sebagai peran yang jahat dan antagonis.
"Itu hanya testimoni yang mohon maaf ya kami duga itu dikondisikan oleh orang-orang tertentu untuk apa? untuk membuat seakan-akan karakter Joshua ini adalah karakter yang antagonis, karakter yang jahat dan karakter yang sesuai dengan apa yang mereka duga," pungkasnya.***

Share this article
Berikut bantahan tegas pengacara Martin Lukas Simanjuntak terkait Brigadir J yang disebut temperamental.