AYOJAKARTA.COM - Fakta baru kembali dimunculkan dalam proses persidangan para terdakwa pembunuhan terhadap Brigadir J.
Fakta baru yang muncul dalam persidangan tersebut juga dinilai cukup membuat publik tercengang.
Fakta yang cukup membuat publik terkejut itu adalah kesaksian yang disampaikan oleh Damson dalam persidangan.
Dalam keterangannya, Damson menuturkan hal yang diluar dugaan soal kepribadian Brigadir J.
Damson menuturkan bahwa sosok Brigadir J merupakan pribadi yang temperamental.
Tidak hanya itu, saksi juga menuturkan jika sosok Brigadir J hobi melakukan kegiatan yang diasumsikan negatif seperti ke diskotik dan main perempuan.
Baca Juga: Terkuak! Putri Candrawathi Diduga Ikut Arisan Brondong, Martin Simanjuntak: Gayanya Hedon Sekali
Atas keterangan saksi Damson tersebut, pihak kuasa hukum Brigadir J yakni Martin Lukas Simanjuntak kemudian buka suara.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal Youtube Tv One News pada Rabu (16/11/22), Martin Lukas Simanjutak menyebut bahwa apa yang disampaikan oleh para saksi mengenai anggapan Joshua temperamental hingga memiliki kepribadian ganda sangatlah tidak relevan.
Martin Lukas Simanjuntak juga membuktian dengan hasil tes psikologi mendiang Brigadir J semasa karirnya di institusi kepolisian.
“Joshua ini ketika direkrut menjadi polisi itu hasil psikolognya bagus makanya diterima menjadi anggota Brimob di tahun 2013” jelas Martin.
Lebih lanjut ia menjelaskan, “Di tahun 2019 hasil psikolognya ketika seleksi ajudan bagus, di tahun 2020 atau 2021 ketika Ferdy Sambo menjadi Kadiv Propam hasil psikolognya juga bagus makanya dia menjadi ajudan”
Martin Lukas Simanjuntak lantas menegaskan tidak mungkin seseorang dengan hasil psikologis yang bagus bisa memiliki kepribadian ganda.
Baca Juga: Sudah Dibunuh Masih Difitnah, Martin Lukas Bongkar: Bukan Brigadir J yang Melecehkan Tapi Orang Ini
“Dan dia menjadi anggota Satgassus ditugaskan untuk menjadi kepala rumah tangga di rumah, gak mungkin ini orang memiliki kepribadian ganda! Tegas Martin.
Kuasa hukum Brigadir J tersebut juga mengingatkan, pernyataan yang menghina Brigadir J dengan menyebut berkepribadian ganda sama saja menghina institusi polri.
“Menghina Joshua memiliki kepribadian ganda sama saja menghina institusi polri dalam hal ini!” ujar Martin.
Martin Lukas Simanjuntak juga menyebut jika keterangan para saksi yang dinilai menyudutkan dan memfitnah Joshua tersebut telah diatur sedemikian rupa untuk membuat karakter Joshua sesuai yang didakwakan.
“Itu hanya testimoni mohon maaf ya kami duga itu dikondisikan oleh orang tertentu untuk apa? Untuk membuat seolah-olah karakter Joshua ini adalah karakter yang antagonis, jahat dan karakter yang sesuai dengan apa yang mereka duga yang mereka tuduhkan” jelas Martin Lukas Simanjuntak.***

Share this article
Geram, Martin Lukas Simanjuntak sebut menghina Brigadir J sama saja menghina Institusi Polri, hal ini jadi bukti.