AYOJAKARTA.COM - Benarkah Brigadir J merupakan agen ganda hingga ketahuan merangkap intel sehingga membuat Ferdy Sambo membunuhnya?
Sebagaimana diketahui, kasus pembunuhan Brigadir J yang dilakukan oleh eks Kadiv Propam Ferdy Sambo hingga kini masih terus berjalan.
Saat ini, lima terdakwa pelaku pembunuhan Brigadir J yakni Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Maruf, Bharada E dan Bripka RR tengah menjalani sidang tuntutan hukuman.
Di sisi lain, sempat beredar kabar bahwa Brigadir J merupakan anggota dari agen ganda.
Bahkan, disebut pula bahwa Brigadir J merangkap sebagai intel.
Hal tersebut disampaikan oleh pengacara keluarga Brigadir J Kamaruddin Simanjuntak.
Baca Juga: Momen Kedekatan Rosti Simanjuntak dengan Kekasih Brigadir J, Pertanda Lampu Hijau Untuk Reza?
Menurut Kamaruddin Simanjuntak, pembunuhan Brigadair J ini dilatar belakangai kekecewaan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi setelah mengetahui ajudannya itu adalah agen ganda.
Dilansir AyoJakarta.com dari video akun TikTok @berliyaanii pada Senin (7/11/2022), menurut Kamaruddin Simanjuntak, Brigadir J dianggap sebagai ancaman dari bisnis-bisnis gelap Ferdy Sambo.
Sebab, kata Kamaruddin Simanjuntak, Brigadir J tidak hanya sebagai ajudan tapi juga bertugas sebagai intel.
Baca Juga: Makin Jelas! Ini Fakta Terbaru Ferdy Sambo yang Terkuak di Sidang Pembunuhan Berencana Brigadir J
"Seolah-olah dia ajudan tapi juga merangkap sebagai intel," ujar Kamaruddin.
Lebih lanjut ia mengatakan dugaan ini didapat dari berbagai masukan.
Namun hal itu kini sulit dibuktikan lantaran Brigadir Joshua sudah meninggal dunia.
Baca Juga: Pertanyaan Kuasa Hukum Ferdy Sambo Dinilai Tidak Logis, Ayah Brigadir J : Saya Merasa Lucu!
"Kemudian ada ajudan yang menolak untuk menembak, ada juga yang tidak bisa menolak menembak (Joshua), karena sikap batin orang beda-beda. Bharada E itu masih polisi baru, anak kemarin sore. Pengalaman di kepolisian sangat minim, pengetahuannya masih kurang. Berbeda dengan Joshua, 8 tahun jadi polisi, dia juga menjalankan pendidikan sampai sarjana. dan baru kemarin diwisuda," katanya.
Demikian juga dengan Ricky Rizal alias Bripka RR, yang kata Kamaruddin Simanjuntak lebih senior dari Brigadir J.
Menurutnya, hukuman antara tentara dan polisi itu berbeda.
Baca Juga: Heboh Video Viral Kedekatan Kekasih dan Adik Brigadir J, Netizen Ramai Jodohkan Keduanya
"Di kepolisian, kalau perintahnya (atasan) tidak benar, boleh ditolak," tambahnya.
"Bharada Richard Eliezer belum memahami dunia kepolisian. Bisa saja dia merasa terpaksa dan terancam sehingga melakukan itu (menerima perintah penembakan dari Ferdy Sambo terhadap Joshua)," lanjut Kamaruddin Simanjuntak.
Namun, hingga berita ini ditulis faktanya belum diketahui apakah benar Brigadir J merupakan agen ganda seperti yang disampaikan Kamaruddin Simanjuntak.
Sebab, saat ini Brigadir J sendiri sudah meninggal dunia dan belum ada bukti otentik terkait dugaan tersebut.***

Share this article
Kamaruddin SImanjuntak ungkap bahwa Brigadir J merupakan agen ganda dan merangkap intel, jadi alasan Ferdy Sambo membunuh.