AYOJAKARTA.COM - Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menceritakan pengalaman menggunakan sistem kecerdasan yakni ChatGPT.
Cerita ini ia sampaikan saat menghadiri acara peluncuran buku Mahkamah Konstitusi di Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Jakarta Pusat, Rabu (17/12/2025).
Mahfud mengatakan bahwa hampir setiap hari ia sering bergurau dengan ChatGPT.
Ia lantas menceritakan bahwa dua hari lalu sempat bertanya di ChatGPT tentang sosok Jimly Asshiddiqie yang kebetulan juga hadir dalam acara tersebut.
"Pak Jimly dua hari lalu saya tanya itu. Prof Jimly Asshiddiqie itu lahir di mana?" uajr Mahfud.
Mahfud pun terkejut saat ChatGPT menginformasikan bahwa Jimly lahir di Sumenep, Madura.
Sontak saja, cerita Mahfud ini langsung mengundang tawa Jimly dan hadirin.
Tak sampai disitu, Mahfud lalu menegur ChatGPT jika jawaban tersebut salah.
Baca Juga: Dari Beras hingga Trauma Healing: Bantuan BNI untuk Penyintas Bencana di Sumatra
Sebab Jimly merupakan orang asal Palembang, Sumatera Selatan.
ChatGPT pun langsung mengaku salah dan mengucapkan terima kasih kepada Mahfud karena telah memberi koreksi atas jawabannya.
Mahfud pun mengingatkan bahwa masyarakat yang menggunakan ChatGPT jangan sekali-kali langsung percaya dengan informasi yang diberikan.
"Jangan baru sekali jawab lalu diikuti. ChatGPT salah, banyak salahnya," tungkasnya.
Bahkan Mahfud mengatakan jika dirinya setiap hari bergurau dengan ChatGPT.
Ia bahkan sering memancing ChatGPT dengan pertanyaan yang sulit dan jawabannya sering ngawur.***

Share this article
Mahfud MD mengatakan dirinya hampir setiap hari bergurau dengan ChatGPT karena kerap memberi jawaban yang tidak tepat.