AYOJAKARTA.COM - Bahan bakar nabati BOBIBOS telah resmi bekerja sama dengan negara tetangga, Timor Leste.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatangan MoU yang digelar pada Selasa (23/10) di Timor Leste.
BOBIBOS bersama mitra di Timor Leste telah menyusun perjanjian kerja sama lanjutan yang mencakup rencana aksi, kerangka waktu, penanggung jawab, hingga kebutuhan produksi.
Tim BOBIBOS pun resmi menggelar pernyataan resmi atau konferensi pers kerja sama tersebut pada Jumat (26/12).
Baca Juga: Investasi Tanpa Ribet, BRI Hadirkan Fitur Reksa Dana di Super Apps BRImo
Dalam konferensi pers yang digelar, Pembina BOBIBOS, Mulyadi mengatakan sangat senang karena bahan bakar dari jerami ini akhirnya bisa diproduksi meski bukan di negara sendiri.
Diketahui, di Indonesia produksi BOBIBOS masih terhalang regulasi.
Saat ini regulasi Indonesia sendiri masih mengakui tiga sumber bahan bakar nabati yaitu sawit, tebu, dan aren.
Sedangkan di Timor Leste itu semua sudah disiapkan.
Kendati demikian, Mulyadi mengatakan bahwa inovasi ini bukan ajang cari panggung.
Tapi adalah bentuk ikhtiar nyata untuk mencari solusi energi bersih yang terjangkau.
Di tengah hambatan regulasi di Indonesia, BOBIBOS justru mendapat 'rezeki' di Timor Leste.
Timor Leste sudah menyiapkan regulasi khusus dengan mengalokasikan 25 ribu hektare untuk mempercepat produksi bahan bakar dari jerami ini.
Mulyadi mengatakan penggarapan BOBIBOS di Timor Leste ini bukanlah bentuk pengkhianatan.
"Bobibos adalah bahan bakar solusi dunia," ujarnya.
Baca Juga: BGN Umumkan Program MBG untuk Sekolah Mulai Normal 8 Januari 2026
Kerja sama BOBIBOS dan Timor Leste ini ditargetkan bisa launching pada Februari 2026.
Kendati demikian, Mulyadi mengatakan pihaknya masih terus melakukan komunikasi dengan otoritas dalam negeri meski telah mendapat peluang besar dari luar.
"Kami terbuka dan serius mendorong inovasi energi nasional. Semoga kehadiran Bobibos nantinya dapat meringankan beban masyarakat," paparnya.
Bahkan Mulyadi mengaku siap jika nantinya BOBIBOS diminta untuk kembali diproduksi di Indonesia apabila diminta oleh pemerintah.
Namun hal itu tentu harus secara resmi dan disertai payung regulasi yang jelas.
Ia juga menyebut, bahwa produksi BOBIBOS bisa dilakukan di Indonesia jika jerami sudah masuk atau ditetapkan sebagai bahan baku bioenergi dalam kebijakan nasional.
“Kalau negara meminta, pasti kami siap. Dengan potensi 11,3 juta hektare sawah, bahkan dengan asumsi produksi konservatif, Indonesia bisa menghasilkan sekitar 20 miliar liter per tahun. Itu sangat meringankan masyarakat,” tungkasnya.***
Share this article
BOBIBOS digandeng Timor Leste untuk produksi bahan bakar dari jerami, target launching pada Februari 2026.