AYOJAKARTA.COM - Ribuan buruh kembali akan menggelar aksi demo besok, Rabu (28/1) di Istana Negara, Jakarta Pusat.
Selain itu, para buruh juga akan melakukan aksi di kantor YouTube.
Hal ini pun memunculkan pertanyaan di kalangan publik terkait alasan dipilihnya platform digital tersebut sebagai target unjuk rasa.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengatakan para buruh akan mulai berkumpul pukul 10.00 WIB di Patung Kuda.
Massa berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Jawa Timur, termasuk buruh PT Pakerin Mojokerto.
Ada empat tuntutan yang akan disampaikan di aksi kali ini:
1. Soal UMP DKI Jakarta 2026 yang dinilai masih sangat rendah, dan meminta besaran diubah dari Rp 5,73 juta per bulan menjadi Rp 5,89 juta per bulan.
2. Neminta Pemprov Jawa Barat untuk mengembalikan Surat Keputusan (SK) Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) di 19 wilayah di Jawa Barat.
Baca Juga: Pramono Anung Galau Soal Nama JPO Penghubung JIS-Ancol, Ini Alasannya
3. Meminta pemerintah untuk turun langsung menyelesaikan sengketa yang terjadi di PT. Pabrik Kertas Indonesia (Pakerin), Mojokerto, Jawa Timur.
Yang terakhir adalah massa akan menggeruduk kantor YouTube Indonesia dan Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Aksi demo di kantor YouTube dan Komdigi ini dilakukan karena YouTube resmi KSPI dan sejumlah serikat buruh lainnya seperti FSPMI (Federasi Serikat Pekerjaan Metal Indonesia) mendadak diblokir tanpa alasan yang jelas.
"Ini ada apa ini Komdigi. Oleh karena itu, kita ingin melawan kebebasan berpendapat di sosial media. Kita akan aksi di kantor YouTube, dan kita juga akan aksi di kantor Kementerian Komdigi pada tanggal yang sama, 28 Januari 2026," ujar Said Iqbal.***
Share this article
Selain di Istana Negara, ribuan buruh juga akan melakukan aksi demo di kantor YouTube besok.