AYOJAKARTA.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto buka suara terkait biaya keanggotaan Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang diikuti Prabowo Subianto.
Airlangga menyebutkan iuran tersebut akan dibayarkan ketika perdamaian di Gaza tercapai.
"Ya, nanti kita bayar kalau sudah damai," ujar Airlangga dalam keterangan resmi dikutip ayojakarta.com pada Jumat, 6 Februari 2026.
Ketika disinggung mengenai sumber dana untuk pembayaran biaya anggota tersebut, Airlangga tidak menyebutkan secara jelas.
Sebagai informasi untuk menjadi anggota Board of Peace buatan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, para anggota diwajibkan membayar iuran sebesar US$ 1 miliar atau setara Rp16,9 T.
Pembayaran untuk anggota Board of Peace tertuang dalam draf Piagam Dewan Perdamaian Gaza yang tertulis bahwa tiap anggota akan menjabat selama 3 tahun sejak berlakunya piagam tersebtu, dan dapat diperpanjang oleh ketua.
Namun, masa keanggotaan 3 tahun tidak berlaku bagi negara anggota yang berkontribusi lebih dari US$ 1.000.000.000 dalam bentuk dana tunai.
Baca Juga: Kecelakaan Turun hingga 40 Persen, TransJakarta Berhasil Layani 413 Juta Pelanggan di Tahun 2025
Keanggotaan Indonesia sebagai bagian Board of Peace tuai kontroversi karena dinilai jauh dari visi untuk perdamaian Gaza.
Terlebih Palestina sendiri tidak diikutsertakan sebagai anggota.
Berikut daftar 26 negara yang tergabung menjadi anggota termasuk Indonesia:
1. Argentina
2. Armenia
3. Azerbaijian
4. Albania
5. Bahrain
6. Belarus
7. Bulgaria
8. Kamboja
9. El Savador
10. Mesir
11. hungaria
12. Indonesia
13. Yordania
14. Kazakhstan
15. Kosovo
16. Kuwait
17. Mongolia
18. Maroko
19. Pakistan
20. Paraguay
21. Qatar
22. Arab Saudi
23. Türkiye
24. Uni Emirat Arab
25. Uzbekistan
26. Vietnam.***

Share this article
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto buka suara terkait biaya keanggotaan Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang diikuti Prabowo Subianto.