AYOJAKARTA.COM – Kembali melakukan kunjungan ke Amerika Serikat (AS), Presiden Prabowo Subianto diketahui sudah mendarat di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC, pada Selasa, 17 Februari 2026 waktu setempat.
Kunjungan Prabowo ke AS kali ini merupakan agenda pertemuan bilateral dengan Presiden AS Donald Trump. Dikutip ayojakarta.com dari situs Sekretaris Kabinet, pertemuan difokuskan untuk membahas penguatan hubungan Indonesia dan Amerika Serikat, serta kerja sama strategis di berbagai bidang ekonomi dengan adanya beberapa perundingan serta perjanjian dagang.
“Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah aktif diplomasi langsung Presiden Prabowo untuk meningkatkan rantai ekonomi serta produktivitas industri dalam negeri,” tulis Seskab Teddy.
Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam penerbangan menuju AS antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Penguatan Hubungan Bilateral Indonesia–AS dan Tarif Dagang
Hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat selama beberapa tahun terakhir terus mengalami penguatan, terutama di sektor ekonomi dan perdagangan.
Kedua negara telah mengupayakan pembicaraan langsung untuk memperluas akses pasar dan memfasilitasi alur investasi guna meningkatkan ekspor-impor yang saling menguntungkan.
Salah satu isu utama dalam hubungan dagang bilateral adalah tarif impor yang diberlakukan oleh AS terhadap produk Indonesia.
Sebagai informasi, pada 2025 pemerintah AS di bawah Presiden Trump mengumumkan kebijakan tarif “resiprokal”, yang pada awalnya menetapkan bea masuk sampai 32 persen untuk barang-barang asal Indonesia sebagai langkah AS untuk mengurangi defisit perdagangan.
Pemerintah Indonesia memilih menggunakan jalur diplomasi dan negosiasi untuk menyelesaikan sengketa ini, menjaga hubungan ekonomi yang berkelanjutan tanpa melakukan balasan tarif.
Hasil negosiasi antara Indonesia dan AS mencapai kesepakatan kerangka perjanjian perdagangan resiprokal yang menetapkan langkah-langkah strategis, termasuk:
- Penurunan tarif impor AS terhadap barang asal Indonesia menjadi sekitar 19 persen sebagai bagian dari kesepakatan sementara.
- Indonesia akan menghapus sekitar 99 persen tarif impor untuk produk industri dan pertanian asal AS, membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk Amerika.
- Kedua negara sepakat bekerja sama mengatasi hambatan non-tarif, seperti persyaratan konten lokal, standar teknis, dan prosedur sertifikasi, yang selama ini memperumit perdagangan kedua pihak.***
Share this article
Kembali melakukan kunjungan ke Amerika Serikat (AS), Presiden Prabowo Subianto diketahui sudah mendarat di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC, pada Selasa, 17 Februari 2026 waktu setempat.