AYOJAKARTA.COM - Nama Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI), Anggoro Eko Cahyo, menjadi sorotan publik menyusul kasus pembobolan dana nasabah sebesar Rp1,4 miliar oleh mantan pegawai BSI di Sabang, Aceh.
Meski kasus tersebut terjadi di tingkat kantor cabang pembantu dan telah masuk proses hukum, perhatian publik turut mengarah pada sosok pimpinan tertinggi bank syariah terbesar di Indonesia tersebut.
Anggoro Eko Cahyo dikenal sebagai bankir profesional dengan pengalaman panjang di industri perbankan nasional.
Ia resmi menjabat sebagai Direktur Utama BSI setelah sebelumnya menempati berbagai posisi strategis di sektor keuangan dan perbankan.
Baca Juga: Kejari Sabang Dakwa Mantan Pegawai BSI, Modus Setoran Fiktif Rugikan Nasabah hingga Rp1,4 Miliar
Dikutip dari bankbsi.co.id, riwayat pendidikan Anggoro pun mentereng:
- Institut Pertanian Bogor S2 Agribisnis
- Institut Teknologi Indonesia S1 Teknik & Manajemen Industri
Sebelum menjabat sebagai Dirut BSI, Anggoro diketahui sempat menjadi Dirut BPJS Ketenagakerjaan.
Baca Juga: Ramai Isu Mitra SPPG Program MBG Bisa Untung hingga Rp1,8 M per Tahun, BGN Beri Bantahan
Berikut adalah riwayat pekerjaan dari sosok Anggoro:
- Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan tahun 2021 - 2025
- Wakil Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tahun 2020 - 2021
- Direktur Keuangan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tahun 2018 - 2020
- Direktur Bisnis Konsumer PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tahun 2015 - 2018
- General Manager Human Capital Division PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tahun 2012 - 2015
- Vice President, termasuk CEO Regional Jakarta BSD JakartaPT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tahun 2011 - 2012
- Assisten Vice President - Head Of Card Business Marketing and Customer Service Group PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tahun
- Assisten Manajer Marketing Officer PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tahun 1994
Harta Kekayaan Capai Rp65 Miliar
Dipantau tim AyoJakarta.com melalui laman elhkpn.kpk.go.id, ternyata Anggoro melaporkan kekayaannya terakhir pada 31 Desember 2024.
Hal ini menunjukkan jika di tahun 2025 Anggoro belum melaporkan total harta kekayaannya di LHKPN.
Dari laporan terakhir, Anggoro tercatat memiliki harta kekayaan senilai Rp.65.782.567.773.
Namun, ia juga tercatat memiliki utang sebesar Rp. 2.854.362.019, pada Desember 2024.
Baca Juga: 3 Juta KPM Baru PKH dan BPNT 2026 Belum Cair, Kemensos Ungkap Penyebabnya
Berikut rinciannya:
A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 33.211.660.000
1. Tanah dan Bangunan Seluas 288 m2/355 m2 di KAB / KOTA
TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI Rp. 5.395.500.000
2. Tanah dan Bangunan Seluas 225 m2/350 m2 di KAB / KOTA KOTA
TANGERANG , HASIL SENDIRI Rp. 4.658.600.000
3. Tanah dan Bangunan Seluas 182 m2/350 m2 di KAB / KOTA KOTA
JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 6.500.000.000
4. Tanah Seluas 501 m2 di KAB / KOTA SUMEDANG, HASIL
SENDIRI Rp. 2.211.760.000
5. Tanah Seluas 42.197 m2 di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI
Rp. 3.150.800.000
6. Tanah dan Bangunan Seluas 395 m2/120 m2 di KAB / KOTA KOTA
DENPASAR , HASIL SENDIRI Rp. 6.280.000.000
7. Tanah dan Bangunan Seluas 120 m2/150 m2 di KAB / KOTA KOTA
DENPASAR , HASIL SENDIRI Rp. 2.500.000.000
8. Bangunan Seluas 34 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG
SELATAN, HASIL SENDIRI Rp. 765.000.000
9. Tanah dan Bangunan Seluas 306 m2/150 m2 di KAB / KOTA
BANDUNG, HASIL SENDIRI Rp. 1.750.000.000
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 1.354.000.000
1. MOBIL, MITSUBISHI DELICA 2.OL ROYAL Tahun 2016, HASIL SENDIRI Rp. 109.000.000
2. MOBIL, PORSCHE PORSCHE CAYENNE HYBRID Tahun 2011, HASIL SENDIRI Rp. 620.000.000
3. MOBIL, SUZUKI JIMNY 6G5VX (4X4) M/T JEEP Tahun 2020, HASIL SENDIRI Rp. 325.000.000
4. MOBIL, MINI COOPER MINI COOPER Tahun 2011, HASIL SENDIRI Rp. 300.000.000
Baca Juga: Jam Berapa Buka Puasa Hari Ini Minggu 22 Februari 2026 di Wilayah DKI Jakarta? Catat Waktu Magribnya
C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 911.250.000
D. SURAT BERHARGA Rp. 11.971.123.000
E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 12.978.794.342
F. HARTA LAINNYA Rp. 8.210.102.450
Sub Total Rp. 68.636.929.792
III. UTANG Rp. 2.854.362.019
IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 65.782.567.773
Sebagai informasi, BSI merupakan bank hasil merger tiga bank syariah milik Himbara yang resmi beroperasi pada 1 Februari 2021.
Di bawah kepemimpinannya, BSI terus memperluas layanan digital, pembiayaan UMKM, serta memperkuat posisi sebagai pemain utama industri perbankan syariah nasional.***

Share this article
Anggoro Eko Cahyo dikenal sebagai bankir profesional dengan pengalaman panjang di industri perbankan nasional.