AYOJAKARTA.COM - Informasi terkini seputar program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebutkan penyaluran MBG sesuai dengan kehadiran siswa di sekolah.
Jika sekolah libur, maka penyaluran MBG akan libur.
Hal ini disampaikan Dadan usai ramai isu program MBG dikurangi 1 hari dapat menghemat anggaran negara hingga Rp40 triliun per tahun.
Penyaluran MBG yang sebelumnya dilakukan 6 hari sepekan, akan dilakukan 5 hari tiap pekannya.
"Khusus untuk anak sekolah, MBG akan disalurkan bila mereka hadir di sekolah. Jika sekolah Lima hari, maka mereka akan mendapatkan MBG Lima hari. Jika sekolah masuk enam hari maka MBG enam hari," ujarnya dalam keterangan tertulis dikutp ayojakarta.com dari berbagai sumber pada Minggu, 29 Maret 2026.
Lebih lanjut, Dadan menyebutkan BGN di tahun 2026 akan fokus pada efektivitas program MBG sesuai arahan Presiden Prabowo.
Sebagai informasi, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa sempat menyinggung akan adanya efisiensi program MBG di tengah kondisi ekonomi yang bergejolak akibat konflik Timur Tengah.
Baca Juga: Dalam Tahap Pembahasan Pemerintah Pusat, Pramono Anung Buka Suara Terkait Pemberhentian PPPK
Ia pun menyebutkan bahwa jika MBG diliburkan SEHARI, maka dapat menghemat anggaran mencapai Rp40 triliun per tahun.
"Jadi ada efisiensi juga dari MBG, ada pengurangan cukup banyak tuh. Dia ( Kepala BGN) bilang bisa hat Rp40 triliun setahun," .***
Share this article
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebutkan penyaluran MBG sesuai dengan kehadiran siswa di sekolah.