AYOJAKARTA.COM - Musim kemarau panjang 2026 mulai terjadi di beberapa wilayah Indonesia dan puncaknya diprediksi terjadi pada Agustus 2026.
Sejumlah wilayah di Pulau Jawa diperkirakan berpotensi mengalami krisis air bersih akibat curah hujan yang menurun drastis dalam beberapa bulan ke depan.
Potensi ini diprediksi oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada Maret lalu.
Beberapa daerah di Jawa yang disebut rawan mengalami kekeringan antara lain terutama di Pulau Jawa.
Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air Kementerian PPN/Bappenas Dadang Jainal Mutaqin mengatakan bahwa di Indonesia rata-rata air memang masih aman.
Tapi jika dilihat per pulau ada beberapa daerah yang memang berpotensi kekurangan air yakni di Pulau Jawa.
Di sisi lain, BMKG juga mengungkap bahwa musim kemarau tahun 2026 ini diprediksi terjadi dengan sifat lebih kering daripada biasanya.
Berikut ini adalah empat daerah di Pulau Jawa yang diprediksi berpotensi mengalami krisis air bersih, apakah DKI Jakarta termasuk?
1. DKI Jakarta
Ya, DKI Jakarta termasuk salah satu wilayah yang diprediksi mengalami krisis air bersih.
Hal ini merujuk pada data Diseminasi Enviromental Outlook dari Bappenas.
Krisis air bersih ini diduga dipicu oleh dua faktor yaitu ekstraksi air tanah secara masif yang mempercepat penurunan muka tanah dan polusi tinggi yang mengontaminasi sumber-sumber air permukaan.
2.Jawa Barat
Wilayah Pulau Jawa kedua yang berpotensi krisis air bersih adalah Jawa Barat.
93 persen wilayah di Jawa Barat akan mengalami sifat hujan di bawah normal saat musim kemarau nanti.
Daerah yang diprediksi mengalami krisis air adalah Bandung, Tasikmalaya, Cianjur, Sukabumi, Cirebon, dan Kuningan.
3. Jawa Tengah
Sementara itu, di Jawa Tengah berdasarkan informasi BPBD Provinsi Jawa Tengah telah memetakan sejumlah daerah yang berpotensi mengalami kekeringan.
Hal ini berdasarkan pengalaman sebelumnya yakni terjadi di daerah Grobogan, Blora, Rembang, Sragen, Klaten, Pemalang, hingga Wonogiri.
Bahkan, saat ini Pemda Jateng telah menyiapkan cadangan air bersih hingga 123 juta liter guna mengantisipasi terjadinya krisis air bersih.
4. Jawa Timur
Terakhir, daerah yang berpotensi mengalami krisis air bersih adalah di Jawa Timur.
Berdasarkan data dari Bappenas, Jawa Timur menjadi wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap krisis air bersih.
Hal ini dipengaruhi tingginya alokasi sektor pertanian yang menyerap hingga 80 persen dari total volume air nasional. ***
Share this article
Beberapa daerah di Jawa yang disebut rawan mengalami kekeringan antara lain terutama di Pulau Jawa, mana saja?