AYOJAKARTA.COM -- Gempa Megathrust yang mengancam Pulau Jawa masih menyita perhatian publik.
Beberapa wilayah di Pulau Jawa berpotensi besar mengalami gempa Megathrust berdasarkan prediksi BMKG.
BMKG memprediksi ada dua segmen Megathrust yang belum bergerak kembali dan memungkinkan ada pergerakan besar yang mengancam Pulau Jawa.
Gempa Megathrust merupakan salah satu gempa terbesar dengan magnitudo getaran hingga 9SR.
Megathrust disebabkan oleh pergerakan lempeng tektonik yang sangat aktif sehingga terjadi guncangan dahsyat di atas pemukaan tanah.
Pulau Jawa menjadi salah satu wilayah yang memiliki susunan struktur geologi yang dilintasi kawasan Cincin Api Pasifik, sehingga risiko gempa bumi hingga Megathrust kemungkinan besar terjadi.
Baca Juga: Gempa Megathrust Bisa Ancam Indonesia Kapanpun, Kepala BPBD Lebak: Pemerintah Sebenarnya Sudah...
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Dwikornita Karmawati menginformasikan ada dua segmen Megathrust yang mengancam terjadinya gempa dahsyat di wilayah Indonesia.
Dwikornita menyebutkan bahwa Pulau Jawa memiliki potensi besar terhadap seismic gap Megathrust Banten-Selat Sunda dan Megathrust Mentawai-Siberut.
Seismic gap atau segmen merupakan wilayah di sepanjang batas lempeng aktif yang tidak mengalami gempa besar atau gempa selama lebih dari 30 tahun.
Baca Juga: Gempa Megathrust Viral di Indonesia, BMKG Sebut Belum Bisa Diprediksi Kapan Potensi Bencana Terjadi
Segmen Siberut dan Banten-Selat Sunda merupakan zona Megathrust terbesar yang melintasi pesisir selatan Pulau Jawa dan memanjang hingga Pulau Sumatra.
Dwikornita juga menjelaskan ada beberapa wilayah di Pulau Jawa yang paling berisiko terjadinya Gempa Megathrust.
"Sebenarnya yang di Banten-Selat Sunda ini sudah bergerak misalnya tahun 1804 terjadi gempa dan tsunami di Jawa Tengah, lalu selang beberapa tahun di Jawa Timur, Yogyakarta, kemudian gempa tsunami di Jawa Barat.
"Pergerakannya ini ada selang waktu dari 1804 hingga 2006. Jadi memungkinkan ada pergerakan kembali dan itu yang mesti diwaspadai", ungkap Dwikornita, dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Metro TV, hari Rabu, 22 Agustus 2024.
BMKG memprediksi potensi gempa di wilayah tersebut bisa mencapai 8,5SR lebih hingga 9 SR.
Dwikornita menambahkan bahwa potensi gempa Megathrust yang bisa mengancam wilayah di Pulau Jawa tersebut sebagai peringatan agar masyarakat lebih waspada.
Masyarakat diminta untuk mulai tanggap bencana dan mbangun kesadaran terkait tindakan mitigasi bencana sejak dini.
Dwikornita menjelaskan BMKG telah melakukan komunikasi persuasif kepada masyarakat terkait apa saja tindakan deteksi dini dan mitigasi bencana yang wajib dipahami oleh masyarakat.
Baca Juga: Gempa Megathrust Tinggal Menunggu Waktu, Bakal Terjadi dalam Waktu Dekat? Begini Kata BMKG
Bagi wilayah yang paling rawan terkena bencana, BMKG akan menyiapkan peringatan seperti sirine jika mulai terjadi pergerakan kecil Gempa sebagai deteksi dini mitigasi bencana.
Berikut tindakan mitigasi bencana yang wajib dipahami oleh masyarakat.
- Masyarakat diminta untuk mempelajari jalur evakuasi terdekat ketika terjadi bencana
- Masyarakat harus memahami titik kumpul evakuasi teraman ketika bencana terjadi
Baca Juga: BMKG Beri Penjelasan Tentang Potensi Gempa di Zona Megathrust! Benarkan Hal Baru?
- Masyarakat harus mulai belajar cara melakukan pertolongan pertama ketika mengalami cedera saat terjadi bencana
- Masyarakat harus sudah menyiapkan perlengkapan darurat yang diisikan ke dalam satu tas sejak dini, antara lain makanan yang tahan lama serta siap dikonsumsi, air minum, obat-obatan, dokumen penting, powerbank, senter, radio.
Dengan memahami teknik dan tindakan mitigasi bencana gempa, maka ancaman gempa Megathrust bisa diwaspadai semua pihak.

Share this article
Beberapa wilayah di Pulau Jawa berpotensi besar mengalami gempa Megathrust berdasarkan prediksi BMKG.