AYOJAKARTA.COM -- Jelang pelantikan presiden dan wakil presiden yakni Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang akan dilaksanakan pada 20 Oktober 2024.
Jelang pelantikan presiden dan wapres tersebut, pembicaraan terkait siapa yang akan menjadi calon menteri di dalam pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran makin santer dibicarakan.
Sejumlah nama langsung mencuat, akan tetapi sampai saat ini belum diketahui siapa saja yang akan dipilih oleh Prabowo Subianto untuk menempati posisi menteri di kabinetnya.
Saat ini, yang paling sering terdengar adalah posisi Menko pada kabinet Prabowo Subianto rencananya akan ditempati oleh Agus Harimurti Yudhoyono yang merupakan Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus anak dari mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.
Terkait nama yang beredar tersebut, Juru Bicara (jubir) Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak langsung mengatakan bahwa pada saat ini Prabowo Subianto sudah melakukan peninjauan terhadap nama-nama di kabinet Indonesia Maju dan nama yang sudah diajukan di partai koalisi.
Diketahui, nama-nama yang sudah beredar untuk calon menteri di kabinet Prabowo-Gibran adalah Menteri Agama yakni Jazilul Fawaid, Menteri Komunikasi dan Informatika yakni Meutya Hafid dan Menteri Keuangan yakni Budi Gunadi Sadikin serta Menteri Perindustrian yakni Agus Gumiwang.
Namun, sampai saat ini belum bisa dikonfirmasi apakah nama-nama yang sudah beredar benar akan menduduki kursi kabinet atau tidak.
Lalu, siapakah yang cocok untuk menempati Menteri Koordinator (Menko)? Apakah nama yang muncul sudah tepat atau belum?
Menurut Pengamat Politik BRIN, Siti Zuhro nama-nama yang muncul belum terlalu banyak jadi belum tahu keseluruhannya dan bisa disebut tidak sampai 5%.
Baca Juga: Puan Maharani Akui sedang Komunikasi Intens dengan Prabowo, Fiks Bakal Ganti Gibran sebagai Wapres?
“Nama-nama yang muncul belum terlalu banyak ya Bahkan bisa dikatakan masih sangat sedikit ya. Jadi kita belum tahu secara keseluruhan mungkin yang disebut ini masih tidak sampai 5% kan katakan seperti itu” ucapnya, dikutip Ayojakarta.com dari youtube KOMPASTV, pada Selasa, 1 Oktober 2024.
Siti Zuhro menyampaikan masih banyak pertimbangan yang akan dilakukan oleh Presiden terpilih, Prabowo Subianto nantinya.
“Jadi banyak pertimbangan yang akan dilakukan oleh Pak Prabowo karena ini betul-betul berkaitan langsung dengan fokus Pak Prabowo untuk membawa Indonesia itu menyongsong 2045” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa Prabowo Subianto akan merekrut orang-orang yang akan melaksanakan visi misinya tersebut. Selain itu, Pengamat Politik tersebut juga menyebutkan sekarang ini bukan zamannya program menteri tapi adalah program dari presiden.
Apalagi saat ini, Prabowo Subianto sudah mengatakan kabinet zaken yang berarti akan diisi oleh orang-orang yang sudah profesional di bidangnya.
Baca Juga: Akun Fufufafa Banyak Menghina Prabowo Subianto, Dokter Tifa: Arahnya Itu ke Psikopat
“Artinya apa ya artinya adalah akan merekrut gitu ya mereka-mereka yang ditempatkan sebagai pembantunya sebagai orang-orang yang akan melaksanakan visi misinya” katanya.
“Jadi bukan programnya menteri ansih, tapi ini adalah programnya pak presiden diterjemahkan dan diimplementasikan oleh para pembantunya yaitu menteri maupun Pimpinan lembaga lah, ini yang memang menjadi perhitungan tersendiri oleh Pak Prabowo” sambungnya.
“Apalagi sudah mengatakan ini adalah zaken kabinet tidak banyak zaman Reformasi ini yang mengatakan kabinetnya akan membangun yaitu kabinet ahli” ucapnya lagi.
Pengamat politik tersebut menyarankan untuk memilih AHY karena ia sudah teruji di dalam isu integritas pada saat menjabat menteri ATR/BPN.
“Menurut saya harus dipastikan isu integritas itu tidak dipertanyakan lagi oleh publik luas, oleh masyarakat Indonesia itu jauh lebih bagus. Jadi nomor satu integritas itu sudah terpenuhi” ucapnya.
“Maka dalam hal ini Mas AHY gitu ya, menurut saya Racing Star. Mengapa tidak? Kan gitu, Sudah diuji kemarin dicoba di Kementerian ATR/BPN” tutupnya.

Share this article
Pembicaraan terkait siapa yang akan menjadi calon menteri di dalam pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran makin santer dibicarakan.