AYOJAKARTA.COM -- Masyarakat terus mencari update informasi seputaran ancaman bencana gempa bumi megathrust.
Terlebih ketika belum lama ini pihak BMKG mengeluarkan peringatan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap gempa megathrust.
Disebutkan pula bahwa potensi terjadinya gempa megathrust ini hanya tinggal menunggu waktu saja.
Imbauan yang dikeluarkan oleh pihak BMKG tersebut sepertinya bukanlah isapan jempol semata.
Penelitian soal potensi terjadinya gempa megathrust di Indonesia sudah dilakukan puluhan tahun yang lalu.
Dari hasil penelitian bahkan disebutkan ada 13 zona megathrust di Indonesia yang sudah berhasil diidentifikasi.
Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh pepen Supendi salah satu peneliti BMKG yang dikutip dari Youtube TvOneNews pada Kamis, 5 September 2024.
Baca Juga: Kepala BMKG Beberkan Daerah Paling Terdampak Gempa Megathrust
“Di Indonesia sendiri ada 13 zona megathrust yang sudah teridentifikasi oleh para ahli,” terang Pepen Supendi.
Terkini, BMKG juga menekankan bahwa ada 2 segmen di Indonesia yang paling penting untuk diwaspadai lantaran sudah lama tidak melepaskan energi besar.
Dikutip dari akun Instagram @visitkulonprogo pada (5/9/24), berikut informasi selengkapnya mengenai 2 segmen yang dimaksud.
Baca Juga: Riset dan Teknologi Bisa Cegah Dampak dari Gempa Zona Megathrust? Begini Kata Peneliti BRIN
MEGATHRUST SELAT SUNDA
Segmen pertama yang sangat patut untuk diwaspadai adalah megathrust selat sunda yang juga sekaligus megathrust besar di wilayah Jawa.
Dari sekian banyak zona, megathrust selat sunda merupakan salah satu wilayah yangs sejarahnya tidak diketahui secara pasti.
Memang ada hipotesis yang menyebut jika gempa yang terjadi pasa tahun 1780 silam berasal dari zona megathrust ini.
Akan tetapi, meski ada hipotesis demikian namun bukti deposit tsunami belum mendukung klaim tersebut.
Dengan bukti sejarah yang masih sangat kurang maka kemudian digunakan parameter gempa dari PuSGeN (2017) dengan kekuatan 8,7 magnitudo.
Kemudian untuk ukuran patahan sendiri besarnya 350x200 km dengan slip 8 meter (Asumsi Rigidity konstan 30 GPa).
Mengingat peran backthrust dalam bisa memperparah tsunami megathrust, untuk itu backthrust juga diasumsikan bakal patah pada gempa ini.
Dimensi patahannya diprediksi 330x30 km kemudian slip 3 meter atau setara gempa berkekuatan 7.9 magnitudo.
MEGATHRUST MENTAWAI-SIBERUT
Segmen kedua yang patut untuk diwaspadai adalah megathrust di wilayah Mentawai-Siberut yang merupakan salah satu Zona Senyap Seismik.
Pada segmen ini potensinya dilaporkan setara dengan megathrust terkenal global lainnya.
Di antaranya seperti megathrust yang terdapat di Cascadia Amerika Serikat dan juga megathrust Nankai di Jepang.
Tercatat, megathrust di wilayah ini terakhir kali patah secara penuh ketika gempa berkekuatan M8.7 pada tahun 1797.
Dalam 36 tahun kemudian, megathrust Mentawai-Siberut ini terlibat kembali dalam gempa besar berkekuatan M9.0 di tahun 18.33.
Kemudian selama dalam kurun waktu 200 tahun, tercatat tidak lagi ada gempa yang lebih besar dari gempa Mentawai-Siberut tahun 1797.
Baca Juga: WASPADA! 2 Ancaman Nyata dari Gempa Megathrust Dibocorkan Peneliti BRIN
Perlu diketahui juga bahwa zona patahan Megathrust Mentawai-Siberut ini sangat mungkin untuk merambat ke wilayah Mentawai-Pagai.
Hal ini selalu terjadi pada 3 seri gempa terdahulu tepatnya di abad 14,17,dan juga 19, oleh sebab itu separuh segmen Megathrust Mentawai-Pagai juga diikutkan.
Selanjutnya untuk total dimensi patahan sendiri berkisar 420x180 km persegi, dengan slip 15 meter.
Baca Juga: Siaga Megathrust! Ini Beberapa Antisipasi yang Perlu Dilakukan saat dan setelah Gempa Bumi
Sementara untuk asumsi Rigidity 30 GPa, kemudian diikuti juga dengan patahnya Backthrust dengan dimensi 350x30 km, slip 3 meter atau setara dengan gempa berkekuatan M8.0.***

Share this article
Belum lama ini pihak BMKG mengeluarkan peringatan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap gempa megathrust.