AYOJAKARTA.COM – Saat ini isu megathrust kembali mencuat belakangan ini, dan sejumlah wilayah Indonesia dinilai mempunyai potensi gempa megathrust.
Peneliti Ahli Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Nuraini Rahma Hanifa mengatakan bahwa ada ancaman nyata bagi wilayah yang berpotensi mengalami gempa megathrust.
Dalam podcast yang ditayangkan dalam kanal YouTube BRIN Indonesia, wanita yang akrab disapa Rahma ini mengatakan bahwa sebenarnya megathrust bukan hal yang baru.
Karena pada dasarnya negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang bukan hanya berada di antara dua samudra dan dua benua. Namun juga berada di antara lempeng indo-australia dan lempeng eurasia-pasifik.
Perlu diketahui bahwa zona dari megathrust ini merupakan wilayah di mana lempeng samudera menukik ke bawah lempeng benua, hal ini menciptakan potensi gempa bumi dengan magnitude yang tinggi.
Peneliti BRIN ini menyebut total di Indonesia memiliki 15 segmen megathrust, dari 15 segmen ini sudah ada sejarah pada beberapa tahun lalu di mana gempa besar pernah terjadi.
Baca Juga: Awal Bulan Banjir Rejeki! 4 Hari Lagi BLT Rp600.000 Cair bagi KPM Ini
Adapun zona megathrust di Indonesia ini tersebar di sepanjang pantai barat dari Sumatera, selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara, utara Sulawesi, hingga utara Papua.
Seperti Gempa Aceh tahun 2024 yang diikuti tsunami dahsyat, selain itu ada Gempa Mentawai 2010 yang juga berasal dari zona atau segmen megathrust ini.
Rahma mengatakan bahwa ada dua ancaman nyata dari gempa megathrust yaitu ancaman primer dan ancaman sekunder yang harus diwaspadai oleh masyarakat.
Ancaman primer megathrust ini seperti guncangan gempa permukaan dan surface rupture, sementara ancaman sekunder megathrust seperti tsunami, longsor, likuifaksi, dan kebakaran.
Baca Juga: Atma Jaya Ungguli UPI dan UNY! 25 Perguruan Tinggi Terbaik versi QS WUR Employability 2025
“Nah kalau kita bicara ancaman megathrust yang paling serius itu ada terkait hazard bahayanya di mana jadi kejadiannya di mana, tapi kemudian penduduk yang bisa merasakan paling banyaknya di mana,” ujar Rahma dikutip Ayojakarta.com dari YouTube BRIN Indonesia pada Selasa (3/9/2024).
Menurutnya potensi ancaman gempa megathrust di Pulau Jawa akan berdampak kerusakan yang lebih besar dibanding lainnya karena memiliki penduduk yang lebih padat.
“Kalau secara potensinya itu dia bisa magnitudo sampai 9 ya, kalau di daerah Sumatera, selatan Jawa, di utara Sulawesi itu bisa 8,5,” ungkap Rahma.
“Tetapi secara penduduk, penduduk paling padat di Pulau Jawa. Nah artinya jika kita mempertemukan bawahan megathrust yang besar dengan penduduk yang paling padat maka risikonya menjadi lebih tinggi di Pulau Jawa,” imbuhnya.
Mengingat begitu besar risiko yang bisa dihadapi oleh masyarakat Indonesia, terutama bagi yang tinggal di wilayah pesisir dari zona megathrust ini.
Maka dari itu pemahaman dan kesiapan terhadap terhadap potensi gempa dan tsunami menjadi sangat penting untuk diperhatikan.

Share this article
Saat ini isu megathrust kembali mencuat belakangan ini, dan sejumlah wilayah Indonesia dinilai mempunyai potensi gempa megathrust.