AYOJAKARTA.COM – Anies Baswedan buka-bukaan soal batalnya pencalonan dirinya sebagai calon gubernur (cagub) di Pilgub Jakarta 2024.
Seperti yang diketahui, belakangan Anies Baswedan sempat diisukan akan diusung sebagai cagub di Pilgub Jakarta oleh PDIP.
Hal tersebut diperkuat dengan kunjungan Anies Baswedan ke Kantor DPD PDIP Jakarta beberapa waktu lalu.
Baca Juga: 5 Jurusan Kuliah Paling Gampang Dapat Kerja, Nganggur Cuma Sebentar Setelah Lulus!
Meski sudah menyambangi ‘Kandang Banteng’, Anies batal dicalonkan karena PDIP memilih untuk mengusung Pramono Anung dan Rano Karno.
Anies mengatakan bahwa proses komunikasinya dengan PDIP sudah berlangsung sejak bulan Mei lalu.
“Bulan Mei lalu Ketua DPD PDIP itu menyampaikan keputusan dari DPD Jakarta untuk mengusung Anies,” kata Anies dikutip dari kanal YouTube Najwa Shihab pada Senin (2/9/2024).
Anies menjelaskan Ketua DPD PDIP Jakarta yakni Adi Wijaya alias Aming menyampaikan bahwa pihaknya sudah memutuskan akan mengusung dirinya.
Mendengar kabar tersebut, Anies pun menyambut baik dan mengaku tidak pernah membayangkan bisa mendapatkan tawaran tersebut.
“Jadi keputusan itu bukan saya diajak bicara, bahkan saya sampaikan ke Pak Aming rasa hormat karena ketika beliau jumpa saya itu bukan mengajak ‘Pak Anies saya ingin ngobrol ya gimana kalau saya mengusulkan Pak Anies’ enggak, dia menyampaikan ‘Pak Anies kami sudah memutuskan dan keputusan kami adalah Pak Anies sebagai calon dari PDIP’. Saya bilang, ‘Wah ini sesuatu yang saya tidak pernah bayangkan’ sudah dan kita sepakati semuanya,” jelasnya.
Anies menegaskan proses pencalonan dirinya dengan PDIP berlangsung karena ada keputusan dari DPD PDIP Jakarta, bukan karena ada sekelompok orang yang mengusulkannya dari luar.
Baca Juga: Rencana Perubahan Skema Subsidi KRL Berbasis NIK: Kenaikan Tarif dan Dampaknya Bagi Pengguna
Ia menyadari bahwa keputusan final untuk bisa maju di Pilgub Jakarta tergantung pada putusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Anies mengaku tidak tahu penyebab mengapa dirinya batal diusung oleh PDIP untuk maju di Pilgub Jakarta.
Terkait dengan tawaran harus menjadi kader, Anies menyebut tidak pernah ada tawaran tersebut selama berkomunikasi dengan PDIP.
Meski begitu, Anies tetap menghargai dan menghormati keputusan yang telah diambil oleh Megawati.
“Tidak pernah ada pertanyaan ‘Pak Anies anda bersedia jadi kader atau tidak’. Jadi bagi kita yang ada dalam proses ini tahu persis itu tidak pernah menjadi pertanyaan. Kalau itu ada, maka lain cerita,” tutupnya.***

Share this article
Anies Baswedan buka-bukaan soal batalnya pencalonan dirinya sebagai calon gubernur (cagub) di Pilgub Jakarta 2024.