AYOJAKARTA.COM - Rocky Gerung menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terbaru soal pilkada bukan untuk Anies Baswedan, Ahok, atau PDIP.
Lalu untuk apa dan siapa?
Rocky menegaskan putusan MK itu untuk menghentikan cawe-cawe Presiden Joko Widodo.
Seperti diketahui MK baru saja mengeluarkan keputusan penting yang mengubah aturan dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Keputusan ini menjadi perhatian luas karena dinilai akan berdampak besar terhadap dinamika politik di tanah air.
Rocky Gerung, yang dikenal dengan analisis politiknya yang tajam, menyatakan bahwa perubahan aturan Pilkada ini bukanlah langkah yang ditujukan untuk menguntungkan Anies Baswedan atau PDIP.
Menurut Gerung, inti dari keputusan MK adalah untuk menghentikan apa yang ia sebut sebagai "cawe-cawe" Presiden Jokowi dalam urusan politik lokal. Gerung menegaskan, perubahan ini merupakan sinyal jelas untuk mengurangi campur tangan presiden dalam arena politik lokal.
"Saya mengerti kegembiraan dari teman-teman dan saya bukan pengamat politik apalagi pemain politik. Saya hanya berupaya untuk mendalami mengapa bangsa ini berhenti untuk mengucapkan akal pikiran dan akal sehat itu dasarnya," ujar Rocky Gerung.
"Jadi kalau kita evaluasi secara mendalam, sebetulnya ini bukan buat Anies, bukan buat Ahok, lalu buat siapa?" tegasnya.
Rocky Gerung kemudian menjelaskan bahwa perintah Mahkamah Konstitusi, setelah mempertimbangkan keadaan politik saat ini, secara tegas adalah untuk mengakhiri cawe-cawe Presiden Jokowi.
"Secara tegas perintah Mahkamah Konstitusi setelah membaca keadaan ini adalah pesan untuk menghentikan cawe-cawe Jokowi," kata Gerung.
Menurutnya, keputusan MK berfungsi untuk memastikan bahwa kompetisi politik lokal tidak lagi dipengaruhi oleh kepentingan presiden.
Lebih lanjut, Gerung menambahkan bahwa siapapun yang akan terlibat dalam kompetisi politik baru harus memiliki wawasan yang mendukung tujuan tersebut.
Gerung juga menekankan bahwa koalisi yang dibentuk tidak hanya berorientasi pada kemenangan individu, tetapi lebih pada usaha untuk menghentikan dinasti politik yang terhubung dengan Jokowi.
"Setelah itu buat koalisi bukan untuk dia menang, tapi untuk menghentikan dinasti Jokowi. Untuk menghentikan politik Jokowi itu dasarnya," pungkas dia.***

Share this article
Rocky Gerung menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terbaru soal pilkada bukan untuk Anies Baswedan, Ahok, atau PDIP.