AYOJAKARTA.COM - Kejadian bullying yang terjadi di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK UNPAD) telah mencoreng nama baik institusi pendidikan.
Isu bullying memang sempat menjadi trending topik di berbagai media sosial dan selama ini menjadi sorotan.
Dekan FK UNPAD, Yudi Mulyana Hidayat baru-baru ini mengambil langkah tegas untuk kasus bullying.
Dugaan awal yang hanya sekedar desas-desus kini telah memiliki bukti konkret.
Fakta ini menguak sebuah kenyataan yang mengejutkan banyak pihak terutama para akademisi.
Yudi Mulyana mengonfirmasi bahwa kasus bullying mulai terdeteksi sejak 2022, setelah pandemi Covid-19 berakhir.
Menurutnya, tanda adanya fenomena perundungan muncul ketika beberapa mahasiswa dokter spesialis menunjukkan keinginan keluar dari program studi.
“Waktu itu kita memang mendeteksi ketika ada mahasiswa yang ingin keluar ya, terus kita telusuri ternyata memang ada proses bullying di dalam proses pendidikan dokter spesialis,” ujar Yudi Mulyana Hidayat dikutip Ayojakarta.com dari YouTube KOMPASTV pada Rabu, 21 Agustus 2024.
Baca Juga: Tegas! Menkes Akan Cabut Surat Izin Praktik Dokter yang Bully Mahasiswi PPDS Prodi Anestesi UNDIP
Penyelidikan lebih lanjut mengungkap adanya proses perundungan yang terjadi di antara peserta didik.
Hal itulah yang mendorong fakultas membentuk komisi anti-bullying serta menerapkan pedoman baru.
Tak hanya itu, Yudi mengungkap telah mengambil langkah tegas dengan memecat dua dokter residen senior yang diduga terlibat dalam kasus bullying terhadap juniornya.
Kasus bullying tersebut terjadi di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.
Baca Juga: Viral Isu Bullying di Balik Meninggalnya Dokter PPDS UNDIP, Menkes: Yuk Kita Hentikan Kebiasaan Ini
“Ketika di investigasi oleh tim, kita dapatkan lah dua pelaku bullying yang kita anggap ini berat sehingga kita putuskan untuk disetop studinya,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa FK UNPAD berkomitmen penuh untuk memberantas tindakan ini.
Yudi mengatakan tak ingin fenomena bullying berkembang di lingkungan pendidikan dan berlanjut ketika para peserta didik nanti menjadi dokter spesialis di masyarakat.
“Kalau pada proses pendidikan saja nanti sudah seperti itu bisa kita bayangkan kalau nanti menjadi seorang dokter spesialis di masyarakat. Sehingga kita dengan tegas karena kita memang komitmen untuk memberantas ini kita putus studi,” pungkasnya.***
Share this article
Yudi Mulyana Hidayat, Dekan FK UNPAD mengambil tindakan tegas dengan memecat dua dokter yang terlibat kasus bullying mahasiswa PPDS.