AYOJAKARTA.COM – Dalam salah satu wawancara, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut Gempa Megathrust memang berpotensi terjadi di Indonesia.
Selain terjadi di Mentawai Siberut, potensi terjadinya Gempa Megathrust juga berpotensi terjadi di Selat Sunda.
Mengacu pada riwayat peristiwa dan fenomena pergerakan lempeng, Gempa Megathrust di Indonesia merupakan suatu kejadian yang memang sudah sering terjadi.
Baca Juga: Tes IQ: Apakah Kamu Bisa Menemukan Buah Nanas pada Gambar Ini? Buktikan Jika Kamu Cerdas
Namun demikian, Dwikorita menegaskan bahwa potensi Gempa Megathrust di Indonesia bukan merupakan informasi yang baru.
Pembahasan terkait Gempa Megathrust, Dwikorita menambahkan merupakan salah satu kajian ilmiah yang sering dilakukan oleh BMKG dengan banyak Ahli gempa di dunia.
Berbagai kajian terkait gempa, menurut Dwikorita dimaksudkan agar upaya tindak pencegahan atau mitigasi bisa terus dilakukan dan dikembangkan.
“Belajar dari data kita belajar untuk bersiap-siap, bukan untuk menakut-nakuti karena ini bukan informasi yang baru,” ungkap Dwikorita.
Karena itu, dengan menggandeng sejumlah pihak BMKG terus melakukan kerjasama baik teknis maupun strategis untuk mempersiapkan upaya mitigasi.
Baca Juga: Siap Jadi Pemenang! Ini Dia Tips Jutu agar Kamu Menang Lomba 17 Agustusan
Salah satu upaya teknis yang telah dilakukan BMKG sebagai upaya mitigasi adalah dengan memasang sistem Peringatan Dini Tsunami di sejumlah wilayah Indonesia.
Dengan adanya sistem peringatan dini tersebut, maka dampak dari gempa Megathrust yang memiliki potensi terjadinya gelombang tsunami akan dapat diminimalisir.
Terkait penggunaan sistem peringatan dini tsunami yang dipicu oleh gempa kekuatan besar, masyarakat juga perlu mengetahui tanda akan terjadinya gempa.
Tanda Terjadinya Gempa Kekuatan Besar
Tanda pertama akan terjadinya gempa adalah terjadinya peningkatan aktivitas seismik dan bersumber dari titik yang sama.
Gempa berkekuatan besar di suatu wilayah, umumnya akan diawali dengan rangkaian gempa kecil sehingga masyarakat dapat mencari perlindungan.
Tanda selanjutnya akan datang gempa adalah terjadinya perubahan struktur permukaan tanah akibat perubahan elevasi di bagian dasar.
Ketiga, potensi akan terjadinya gempa juga ditandai dengan adanya perubahan ketinggian air baik di sungai, danau atau laut akibat peningkatan aktivitas tektonik.
Tanda keempat akan terjadinya gempa di suatu wilayah juga dapat diketahui dari perubahan perilaku hewan yang tidak biasa.
Beberapa jenis hewan reptil seperti ular atau unggas semisal burung, cenderung akan keluar dari tempat persembunyian atau tempat aman untuk menghindari dampak gempa.
Tanda kelima yang biasanya terjadi sebelum peristiwa gempa adalah munculnya suara aneh dan tidak biasa, karena adanya pergerakan batu dan tanah secara signifikan.
Selain menyerupai dentuman, suara tidak wajar tersebut juga dapat terdengar seperti dengungan yang terjadi dari sekitar. ***

Share this article
gempa kekuatan besar, masyarakat juga perlu mengetahui tanda akan terjadinya gempa yang bisa sebabkan tsunami