AYOJAKARTA.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membuat peringatan gempa Megathrust 'tinggal tunggu waktu' akan terjadi di Indonesia.
Gempa dengan kekuatan besar yang memicu tsunami ini berpotensi terjadi di dua Megathrust Indonesia. Sudahkah ada tanda-tandanya di Indonesia dan kapan akan terjadi?
Menurut Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, Megathrust merupakan zona tumbukan lempeng pada kedalaman dangkal yang memicu terjadinya patahan naik serta melepaskan energi dengan guncangan sangat kuat.
“Itulah sebetulnya yang dimaksud sebagai Megathrust tadi merupakan zona tumbukan lempeng pada kedalaman dangkal tadi yang memicu terjadinya patahan naik yang melepaskan energi dengan guncangan yang sangat kuat meskipun guncangan yang lemah pun bisa terjadi demikian” ucapnya, dikutip dari Youtube METROTV, pada Sabtu, 17 Agustus 2024.
Kepala BMKG tersebut mengatakan kekuatan gempa tersebut beragam mulai dari yang kekuatannya lemah sampai kekuatannya mencapai 8,5, 8,7.
“Kekuatannya beragam mulai dari kekuatan yang lemah hingga kekuatan dapat mencapai 8,5 8,7” ujarnya.
Dwikorita Karnawati menyampaikan tanda-tanda gempa Megathrust ini sudah beberapa kali terjadi di Indonesia. Lebih lanjut, ia mengatakan ada dua segmen atau lempeng yang belum bergerak yakni segmen yang di Siberut dan di Selat Sunda.
“Sebetulnya sudah terjadi beberapa kali ya karena megatrust ini zona itu terdiri dari beberapa segmen bukan suatu lengkungan yang utuh ya, bukan lengkungan yang utuh tidak, tapi itu kelihatan seakan-akan kotak-kotak itu segmen-segmen” ucap Kepala BMKG tersebut.
Baca Juga: Fix! KPM Bansos PKH BPNT dari PT Pos Diganti ke Kartu KKS Wajib Membawa Berkas Ini
“Jadi bergeraknya itu tidak serempak sekali bergerak tapi beberapa bagian bersegmen-segmen nah di antara banyak segmen itu sebetulnya hampir semua sudah bergerak kecuali ada dua segmen yang belum bergerak yaitu segmen yang Di Siberut dan segmen yang di Banten Selat Sunda” sambungnya.
Ia menyampaikan belajar dari data, saat ini sudah masuk ke 260 tahun belum bergerak jadi kita harus waspada dan bersiap-siap untuk menghadapi gempa tersebut.
“Sekarang ini sudah masuk ke 260 belum gerak belum bergerak sehingga kita waspada, belajar dari data untuk bersiap-siap bukan untuk menakut-nakuti karena ini sebetulnya bukan informasi yang baru info, ini sudah banyak kali disampaikan oleh para ilmuwan atau pakar gempa bumi” kata Kepala BMKG.
Menurut Dwikorita, peringatan ini bukan untuk menakuti namun bertujuan agar masyarakat melakukan persiapan dan siaga untuk mitigasi gempa.
“Sebagaimana yang sudah disampaikan oleh pakar-pakar dunia lainnya, seperti di Jepang tujuannya bukan menakut-nakuti tapi tujuannya adalah untuk persiapan kesiapsiagaan untuk mitigasi” tutupnya.***

Share this article
Gempa dengan kekuatan besar yang memicu tsunami ini berpotensi terjadi di dua Megathrust Indonesia, sudah ada tanda-tandanya?