AYOJAKARTA.COM - Gelagat Ridwan Kamil untuk ikut berlaga di Pilkada Jakarta kembali mencuat usai Ketua Umum Partai Golkar memberi pernyataan yang membuat gempar.
Meski tidak secara langsung menyebut akan menyertakan Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta, namun dukungan Golkar kepada Dedi Mulyadi di Pilkada Jabar menjadi indikasi.
Disebut-sebut sebagai manuver politik yang cukup mengejutkan, terbukanya peluang Ridwan Kamil berlaga di Pilkada Jakarta merupakan upaya kompromi politik Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Membiarkan RK melewatkan peluang untuk menang di Jawa Barat yang jauh lebih potensial, menurut Pengamat Politik Adi Prayitno membutuhkan kalkulasi cermat.
Karena itu, Adi meyakini lahirnya dukungan Partai Golkar terhadap Dedi Mulyadi yang merupakan kader Gerindra akan disusul dengan fenomena politik di Jakarta.
“Saya termasuk yang haqul yakin saya kira akan segera diumumkan bahwa RK akan OTW sebagai salah satu kontestan di Pilkada Jakarta,” ungkap Adi.
Diberikannya dukungan terhadap Dedi Mulyadi untuk berlaga di Jabar, keputusan Partai Golkar tersebut menurut Adi merupakan bentuk keluwesan atau legowo.
Namun demikian, Adi percaya keputusan politik yang diambil elit Partai Golkar sudah melewati sejumlah tahapan krusial sebelum menjadi pernyataan.
Sebab secara kalkulasi, RK memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk menang di Jabar ketimbang berspekulasi di Pilkada Jakarta.
Baca Juga: Banyak Dibutuhkan di Industri! Jurusan di Unair yang Paling Sulit Ditembus Jalur SNBP Rumpun Soshum
Hal serupa menurut Adi juga sempat terjadi dalam perhelatan Pilkada Sumatera Utara saat Boby yang nyaris menggunakan Baju Kuning mendapat dukungan dari Gerindra.
Sehubungan dengan alasan serta peluang kemenangan yang dimiliki oleh RK untuk berlaga di Pilkada Jakarta, Adi memberi tanggapan.
Selain berdasarkan pada hasil survei, optimisme Golkar untuk memajukan RK di Pilkada Jakarta menurut Adi tercetus karena peluang merebut suara Ahok.
“Karena ada kecenderungan pemilih rasional di Jakarta untuk migrasi dan menetapkan pilihan ke RK,” ungkap Adi.
Disamping pemilih yang rasional, Adi juga meyakini dukungan politik dari KIM juga akan bisa mengubah peta percaturan politik di Pilkada Jakarta.
Dukungan dari elit partai yang tergabung dalam KIM, menurut Adi sudah sangat memahami situasi Jakarta dan potensi RK.
Baca Juga: Calon Mahasiswa Baru Merapat, Kenali Fakultas atau Jurusan di ITB yang Sulit Ditembus ini
Sehingga tidak menutup kemungkinan, dukungan tersebut akan dapat menggeser Anies Baswedan yang hingga hari ini menempati posisi elektabilitas paling tinggi.
Kedua variabel tersebut, menurut Adi merupakan modal besar bagi RK untuk dapat memenangkan kontestasi Pilkada Jakarta.
Meski diatas kertas kalkulasi politik sudah dilakukan, Adi mengingatkan akan adanya bahaya Kutukan Pilkada Jakarta.
“Ada kutukan politik di Pilkada Jakarta yang terjadi pada Petahana, seperti saat Fauzi Bowo, Ahok maju untuk kedua kalinya,” pungkas Adi ***

Share this article
Golkar mantap calonkan Dedi Mulyadi untuk Pilkada Jawa Barat, benarkah Ridwan Kamil akan melaju di Pilgub Jakarta 2024?