Sayangkan Tindakan Aep yang Beri Kesaksian Palsu di Kasus Vina Cirebon, Pegi Setiawan: Tidak Bermoral!

Pegi Setiawan sayangkan perbuatan Aep yang berikan kesaksian palsu
Pegi Setiawan sayangkan perbuatan Aep yang berikan kesaksian palsu

AYOJAKARTA.COM - Usai hasil putusan sidang praperadilan yang membebaskan Pegi Setiawan dan mencabut status tersangkanya, kini sosok Aep cukup mencuri perhatian publik di kasus pembunuhan Vina Cirebon.

Hal itu lantaran Aep diduga telah memberikan kesaksian palsu soal siapa pelaku kasus pembunuhan Vina Cirebon, dan salah satunya adalah Pegi Setiawan.

Pegi Setiawan yang kini telah bebas dan terbukti menjadi korban salah tangkap oleh Polda Jawa Barat mengaku menyayangkan tindaksn Aep yang memberikan kesaksian palsu atas dirinya.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Apakah Kamu Melihat Tebing, Kucing atau Wajah? Jawabanmu Ungkap Karakter Asli di Dirimu

Padahal Pegi juga mengaku tidak mengenal sama sekali dengan sosok Aep, namun tiba-tiba dilaporkan bahkan ditangkap karens dituduh sudah melakukan pembunuhan terhadap Vina dan Eky tahun 2016 silam.

Pegi pun dengan tegas menyebut bahwa tindakan Aep ini sunggu tidak bermoral.

"Sangat disayangkan sih, kesaksian Aep itu benar-benar tidak bermoral! Kesaksiannya itu palsu banget," tegas Pegi seperti dikutip Ayojakarta.com pada kanal YouTube Kompas TV, Kamis (11/7/2024).

Pegi juga membantah bahwa apa yang dikatakan Aep soal dirinya yang berada di lokasi kejadian pembunuhan Vina 8 tahun lalu itu sangat tidak benar.
Ia menyatakan bahwa saat malam kejadian, dirinya sedang berada di Bandung bukan Cirebon dan banyak saksi yang mengetahuinya saat itu.

"Dia mengatakan bahwa (dia) melihat di malam kejadian itu ada saya. Nah itu logikanya dimana itu lho. Saya kan lagi kerja di Bandung, saya punya saksi di Bandung itu banyak, sama keluarga temen-temen sama yang lain, bahkan yang punya rumah," lanjut Pegi yang kecewa dengan pengakuan Aep.

Pegi sendiri juga menyatakan bahwa dirinya tidak mengenal siapa sosok Aep ini sebelumnya. Bahkan teman-temannya juga tidak mengenal siapa Aep yang telah melaporkan Pegi di kasus pembunuhan Vina.

Baca Juga: Ini Dia Kisaran Biaya Kuliah Kedokteran di 4 Universitas Swasta di Yogyakarta

Aep sendiri saat ini sudah akan dilaporkan ke pihak kepolisian soal pemberian kesaksian palsu.
Aep adalah orang yang menyebutkan nama-nama pelaku pembunuhan Vina dan Eky.

Mulai dari Pegi Setiawan, Saka Tatal dan bahkan 7 orang terpidana lainnya yang saat ini masih berada di penjara.

Dan kesaksian Aep inilah yang bahkan dijadikan pedoman bagi hakim dipersidangan dahulu menghukum para tersangka yang ada di penjara dan juga dasar penetapan tersangka kepads Pegi.

Aep pun kini menjadi sorotan dan dicari keberadananya karena banyak publik ingin mengetahui soal kebenaran kesaksiannya soal kasus pembunuhan Vina.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# kesaksian palsu
# Pegi Setiawan
# Aep
# kasus Vina Cirebon

News Update

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.

Teknologi

Axioo Hype AMD X1, Laptop 5 Jutaan dengan Garansi Anti Maling

Laptop Rp5 jutaan Axioo Hype AMD X1 dipuji Deddy Irvan berkat layar IPS FHD, RAM upgradeable, kamera 2MP jernih, backlit keyboard, serta garansi fenomenal Axioo ADP 3 tahun (termasuk kecurian).

Metropolitan

Permudah Akses Perbankan, Rano Karno Instruksikan ATM Bank Jakarta Hadir di Semua Rusun

Kebijakan ini diharapkan dapat mempermudah warga dalam melakukan berbagai transaksi keuangan tanpa harus pergi jauh dari tempat tinggal mereka.

Ekonomi

Pemerintah Mulai Simulasikan Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Lewat Koperasi Desa Merah Putih, Ini Penjelasan Kemensos

Langkah ini merupakan bagian dari uji coba untuk memperkuat sistem distribusi bantuan agar semakin mudah dijangkau masyarakat.