AYOJAKARTA.COM – Hotman Paris Hutapea, kuasa hukum keluarga Vina, mengatakan bahwa kasus ini masih sulit akan terbongkar.
Kasus Vina Cirebon yang berlangsung sejak 2016 lalu, hingga kini masih belum jelas ujung pangkalnya, hingga sosok Hotman Paris harus ikut bicara.
Bahkan, dengan ditangkapnya Pegi Setiawan, atau yang diduga Perong, kasus ini menurut Hotman Paris justru akan membuat kasus Vina Cirebon tidak terbongkar.
Dilansir ayojakarta.com dari kanal Youtube TvOne, Hotman Paris mengatakan bahwa kasus ini tidak mungkin terbongkar.
Hotman juga menambahkan, bahwa tidak mungkin rasa keadilan masyarakat bisa terpenuhi hanya dengan penyidikan terhadap Pegi.
Karena itulah, Hotman Paris dan keluarga Vina masih belum bisa menerima jika 2 DPO lainnya masih belum bisa ditemukan.
Menurut Hotman Paris, kedua DPO itu memiliki peran penting dalam kasus kematian Vina dan Eky.
Hal itu sudah ditulis dalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan) tahun 2016 lalu.
Kedua DPO telah dijelaskan melakukan tindak kekerasan terhadap Vina dan Eky.
Bahkan, kedua DPO itu juga disebutkan dalam BAP ikut terlibat dalam pemerkosaan Vina.
Itulah kenapa kejadian itu bisa terbongkar pada tahun 2016 karena BAP lengkap, dan sekarang justru dirontokkan dalam penyidikan, kata Hotman Paris.
Hotman Paris juga meminta Presiden Jokowi ikut andil dalam kasus ini. Bahkan, Hotman juga berharap Presiden bisa membentuk tim pencari fakta yang netral.
Sementara itu, Tony RM, pengacara Pegi, mengungkap motif sebenarnya dari kasus Vina dan Eky.
Sebelumnya sempat beredar kabar bahwa motif kasus ini adalah karena masalah asmara.
Hal itu telah disangkal oleh Tony RM.
Disebutkan, pada 27 Agustus 2016, sekitar pukul 19.30 WIB, ada 11 orang yang sedang minum-minum di warung Ibu Nining.
Disitu, kata Tony, ada Andi (merupakan DPO kasus ini) yang mengatakan bahwa dia ada masalah dengan XTC.
Andi, lanjut Tony, meminta bantuan kepada geng motor Moonraker untuk mencari kelompok geng motor XTC.
Atas permintaan Andi itulah, 10 orang lainnya tersebut bergerak mencari geng XTC.
Jadi, motifnya, kata Toni, adalah persoalan antar geng motor.***
Baca Juga: Belajar Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras: Tips Belajar yang Efektif di Perguruan Tinggi

Share this article
Pengacara kondang Hotman Paris meminta Presiden Jokowi turun tangan mengusut kasus pembunuhan Vina Cirebon.