AYOJAKARTA.COM -- Rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2024 di tingkat provinsi DKI Jakarta telah selesai.
Dikutip dari dikutip dari kanal Youtube Metro TV, Rabu 3 Maret 2024, hasil akhir menunjukkan pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul tipis dari paslon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dengan selisih 38.249 suara.
- Hasil Rekapitulasi:
Paslon 01: Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar: 2.653.762 suara - Paslon 02: Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka: 2.692.011 suara
- Paslon 03: Ganjar Pranowo-Mahfud MD: 1.115.138 suara
Baca Juga: Soal Isu Suara Ganjar-Mahfud Dikunci 17 Persen, Hasyim Bantah: KPU Tidak Pernah Mematok Suara
Perolehan Suara Per Wilayah:
- Prabowo-Gibran unggul di: Jakarta Barat, Jakarta Utara, Kepulauan Seribu
- Anies-Muhaimin unggul di: Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat
Sementara itu hasil pemilihan legislatif, Partai Keadilan Sejahtera atau PKS mendapatkan suara terbanyak.
Berikut adalah hasil selengkapnya dari pileg.
- PKS: 1.143.912 suara
- PDI Perjuangan: 914.794 suara
- Golkar: 617.673 suara
- Gerindra: 611.171 suara
- Nasdem: 455.680 suara
Baca Juga: Bawaslu Desak KPU Jelaskan Sampai Kapan Grafik Penghitungan Suara di Situs KPU Tidak Ditampilkan
Grafik Penghitungan Suara Masih Belum Ditampilkan
Hingga berita ini ditayangkan, grafik tampilan penghitungan suara di situs KPU masih belum ditampilkan.
Grafik penghitungan suara tersebut "hilang" sejak 6 Maret 2024.
Untuk melihat grafik yang sudah tidak ditayangkan tersebut bisa mengakses https://pemilu2024.kpu.go.id/pilpres/hitung-suara.
Baca Juga: Perludem Kritik Sikap KPU Hapus Grafik Perolehan Suara Sirekap, Menambah Disinformasi dan Kegaduhan?
Hilangnya grafik hasil perhitungan suara tersebut akibat temuan ketidaksesuaian antara formulir model C hasil plano dengan hasil hitung suara.
Menanggapi hal tersebut Ketua Bawaslu Rahmat Bagja minta KPU segera menjelaskannya kepada publik.
"Pertanyaan sekarang sudah dihentikan sementara atau bagaimana, jangan juga sistem yang sudah dibangun itu tidak menampilkan apa yang seharusnya ditampilkan," jelas Rahmat dikutip dari Kompas TV, Kamis 7 Maret 2024.
Dia juga mempertanyakan akan sampai kapan grafik tersebut hilang dari situs KPU.
"Sekarang sudah dihentikan misalnya, nah berapa lama. Sampai sekarang belum dijelaskan," pungkasnya.

Share this article
Rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2024 di tingkat provinsi DKI Jakarta telah selesai.