AYOJAKARTA.COM -- Saksi Ahli Forensik, Rismon Sianipar mengungkap fakta baru terkait rekayasa video CCTV dalam kasus Jessica Wongso.
Menurutnya, video CCTV nomor 3 telah direkayasa Muhammad Nuh Al Azhar dan Christopher Hariman Rianto.
Berdasarkan analisis, Rismon Sianipar mengungkap bahwa pada rentang waktu dari pukul 15.55 hingga 17.18 WIB serta dari 17.18 hingga 18.45 WIB terdapat pemotongan yang signifikan dalam rekaman CCTV tersebut.
"Di kamera CCTV 3 itu telah kita buktikan bahwa telah dipotong dari pukul 15.55 sampai 17.18 terus potongan kedua 17.18 menjadi 18.45," ungkap Rismon Sianipar dikutip ayojakarta dari YouTube Balige Academy pada Jumat (9/2/2024).
Pada rentang waktu tertentu, tepatnya saat Mirna Salihin tiba di tempat kejadian, warna video CCTV tersebut diubah dari tiga kanal menjadi satu kanal.
"Mereka berdua mengubahnya dari color video 15.55 sampai 17.18 WIB menjadi satu kanal yang sebelumnya tiga kanal," katanya.
Perubahan ini diyakini Rismon Sianipar bertujuan untuk mengaburkan detail pergerakan kopi yang dibawa Devi Siagian ke bar koktail sehingga sulit mengetahui apakah terdapat perbedaan warna kopi sebelum dan setelah diminum Mirna Salihin.
"Kalau memang ada perbedaan warna, untuk apa mereka ubah dari video warna menjadi video keabuan," ujarnya.
Selain itu, Rismon Sianipar juga menyoroti penurunan resolusi frame dalam rekaman CCTV kamera nomor 9 pada saat kopi disajikan Agus Triono.
Hal ini menimbulkan pertanyaan mengapa penurunan resolusi tersebut dilakukan Christopher Hariman Rianto yang kemungkinan besar bertujuan mengurangi kemungkinan identifikasi terhadap orang-orang yang muncul dalam rekaman.
"Kalau ada perbedaan warna, baik sebelum maupun sesudah diminum Mirna kenapa Christoper Hariman Rianto justru menurunkan resolusi frame di kamera 9 pada saat kopi disajikan Agus Triono," terangnya.
Dengan mengubah rekaman menjadi keabuan, terutama saat Mirna Salihin melewati bar koktail diyakini bahwa hal tersebut bertujuan untuk mengaburkan warna kulit lengan dan wajah Mirna Salihin sehingga sulit mengidentifikasi secara jelas dalam persidangan.
"Kenapa itu dibuat keabuan? karena agar tidak bisa ditangkap warna kulit lengan maupun wajah dari Mirna Salihin untuk mengaburkan fakta agar tidak bisa diindentifikasi di persidangan," jelasnya.
Perubahan-perubahan ini kata Rismon menimbulkan kecurigaan terhadap motif dan tujuan sebenarnya dari rekayasa video CCTV tersebut dan menguatkan dugaan adanya upaya untuk mengaburkan fakta yang sebenarnya.
"Pasti ada apa-apanya itu mereka ubah menjadi keabuan," pungkasnya.***

Share this article
Fakta baru kasus Jessica Wongso, Rismon Sianipar menduga video CCTV 3 juga direkayasa oleh dua orang ini.