AYOJAKARTA.COM - Politisi PDIP, Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul mengungkap fakta mengejutkan soal Pilpres 2024.
Awalnya, Bambang Pacul mengatakan jika pertempuran pilpres tahun ini jauh lebih berat dari lima tahun yang lalu.
Pada lima tahun yang lalu, Bambang Pacul mengaku ditugaskan oleh Ketua Partai dan Presiden Jokowi untuk memenangkan paslonnya di Jawa Tengah.
Tugas itupun akhirnya dijalani dengan baik dan akhirnya pilpres dimenangkan PDIP.
“Lima tahun yang lalu saya mendapatkan tugas dari Ibu Ketua Umum juga secara pribadi dari Pak Presiden, menangkan Jawa Tengah dan saya jalani, menang,” kata Bambang Pacul dikutip ayojakarta.com dari YouTube Deddy Corbuzier.
Berbeda dari lima tahun sebelumnya, pertempuran ini dianggap lebih sulit karena kekurangan amunisi.
“Ini persiapan di Jawa Tengah, ini persiapan terbaik yang pernah kami miliki (pemilu) sekarang ini,” kata Bambang.
“Beda pertempuran, beda lawan ini tempur keras, lebih gampang lima tahun lalu. Kami ngomong apa adanya (tahun) ini lebih berat, kami kalah amunisi,” imbuhnya.
Ia juga menyinggung jika perhelatan Pilpres tahun ini itu upnormal.
Karena penasaran, Deddy Corbuzier kemudian bertanya soal luar negeri yang ikut bermain dalam pemilihan Presiden di Indonesia.
“Kalau katanya, Pak Hendropiyono, Amerika juga ikutan bermain bisa?” tanya Deddy.
Seolah membenarkan, Bambang Pacul kemudian mengatakan jika kepentingan luar negeri di Indonesia itu sangat besar.
“Kalau kita berpikir bahwa pertempuran Presiden, Pilpres kemudian kita berpikir bahwa luar negeri nggak main ya mohon maaf kepentingan luar negeri di sini gede loh,” kata Bambang Pacul.
Baca Juga: Politikus PDI-P Bambang Pacul Sebut Pilpres 2024 Lebih Berat dari 5 Tahun Lalu: Kami Kalah Amunisi
Deddy kembali menanyakan bahwa tandanya luar negeri pun ikut menentukan siapa Presiden Indonesia, misalnya Amerika.
“Berarti luar negeri juga menentukan siapa presidennya? Amerika contohnya menentukan siapa presiden kita?” tanya Deddy.
Politisi PDIP itu mengatakan bahwa politik luar negeri memiliki harapan untuk siapa yang menjadi presiden di Indonesia tahun ini.
“Ya kalo punya harapan mereka juga akan bekerja dong pak,” Deddy mencecar.
Tetapi, menurut Bambang bukan Amerika yang memainkannya melainkan Inggris.
“Ya pasti, tepatnya Inggrislah, Britania,” jelasnya,
“Bukan Amerika? tanya Deddy.
“Amerika yang proxynya, kalau menurut saya si Inggris,” kata Bambang Pacul.***

Share this article
Politikus PDIP Bambang Pacul menduga Inggris ikut berperan dalam menentukan siapa Presiden Indonesia di 2024.