AYOJAKARTA.COM - Rismon Sianipar tampaknya tengah gencar-gencarnya membongkar fakta dibalik kasus Jessica Wongso.
Ahli digital forensik yang sempat dihadirkan oleh kuasa hukum Jessica Wongso sebagai saksi ahli ini merasa banyak sekali rekayasa dalam kasus tersebut khususnya soal CCTV Kafe Olivier yang dijadikan bukti utama.
Dalam tayangan YouTube Balige Academy dikatakan bahwa pada tanggal 10 Agustus 2016, saksi ahli digital forensik Christopher Hariman Rianto ditanya tentang image color summarizer oleh Jaksa Hari Wibowo.
Rismon Sianipar mengatakan bahwa Christopher menjawab dengan menipu jaksa dengan mengatakan bahwa image color summarizer adalah aplikasi berstandar internasional untuk forensik digital.
Padahal menurutnya aplikasi tersebut merupakan website gratis di mana semua orang bisa mengaksesnya.
“Ada fakta lagi bagaimana Jaksa Hari Wibowo dan penipu rekayasa Christopher Hariman Rianto untuk menegaskan perbandingan warna kopi yang berstandar internasional,” ujar Rismon Sianipar dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Balige Academy pada Rabu 31 Januari 2024.
Baca Juga: Dianggap Bungkam dan Cari Aman di Kasus Jessica Wongso, Rismon Sianipar Singgung Peran Jaksa Agung
“Padahal menggunakan website yang bisa diakses secara gratis image color summarizer diakui sebagai standar internasional,” sambungnya.
Menurutnya Jaksa Hari Wibowo harusnya mencari tahu terlebih dahulu mengenai image color summarizer apakah sesuai dengan standar internasional atau tidak.
Karena Rismon Sianipar menegaskan bahwa aplikasi yang dipakai Christopher menggunakan website gratis yang bisa diakses oleh banyak orang.
“Kalau jaksa sudah mau menang-menangan ya masa website gratis diakui sebagai standar internasional bagi digital forensik, padahal software mereka katanya Interpol FBI CIA,” kata dia.
“Itulah kalau sudah menipu teruslah menipu, Christopher Hariman Rianto ini lah,” sambungnya.
Ahli digital forensik yang juga seorang akademisi ini juga kembali menguliti kinerja dari Christopher Hariman Rianto.
Menurutnya perbandingan warna yang dilakukan oleh Christopher telah melanggar kaidah ilmiah yaitu frame di mana warna saat disajikan Agus Triono di-downscale dari 1920x1080 pixel menjadi 960x576 pixel.
Sementara untuk frame di mana warna kopi saat diambil oleh Sari setelah Wayan Mirna meminum kopi tetap dipertahankan di 1920x1080 pixel.
“Parah sekali, ini ahli forensik apa semacam ini Pak Jaksa Agung dan itu di iyakan oleh anak buah bapak,” ungkap Rismon Sianipar.
“Perbandingan yang tidak apple to apple itu perbandingan antara apple dengan truk parah sekali, dan lebih parahnya perbandingan itu untuk menganalisa warna,” sambungnya.***

Share this article
Rismon Sianipar bongkar saksi ahli digital forensik Christopher Hariman Rianto ditanya tentang image color summarizer oleh Jaksa Hari Wibowo