AYOJAKARTA.COM – Kejanggalan dalam kasus Jessica Wongso terus diungkap oleh pakar digital Rismon Sianipar.
Seperti yang diketahui, semenjak Netflix merilis film dokumenter berjudul Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso, kasus ini pun kembali viral.
Bahkan banyak pihak yang kemudian menguak tentang banyaknya kejanggalan yang terdapat dalam kasus ini.
Baca Juga: Presiden Salurkan Bansos Tanpa Mensos, Sekjen PDIP Ingatkan soal Aturan Main
Salah satu yang lantang menyuarakan soal kejanggalan dalam kasus kopi sianida ini adalah Rismon Sianipar yang kala itu juga hadir sebagai saksi ahli saat persidangan.
Melalui tayangan YouTube Balige Academy pada (29/1/24), Rismon Sianipar kembali mengungkap jika Christopher Hariman Rianto dan Muhammad Nuh Al Azhar tidak hanya merekayasa rekaman CCTV saja.
Tetapi juga ada hal lain yang dimanipulasi oleh kedua oknum tersebut agar bisa menjadi bukti jika Jessica Wongso yang menaruh racun di minuman Mirna Salihin.
“Pemirsa setelah saya tunjukkan tadi dua dokumen chat dan dokumen BAP dari Christopher Hariman Riyanto dan Muhammad Nuh disitu kamera 7 rentang waktu yang sama, resolusi berbeda ya,” jelas Rismon Sianipar.
Rismon Sianipar lantas memaparkan bagian mana yang diduga dimanipulasi oleh Christopher dan Muhammad Nuh tersebut.
“Di rentang waktu 16:29:23 dan 16:29:18 tadi itu ya di sini yang tadi itu ya, dia manipulasi itu,” jelas Rismon.
Baca Juga: Mahfud MD Fix Akan Mengundurkan Diri Sebagai Menkopolhukam: Secepat Kami Tiba di Jakarta
“Ya ampun parahnya, nah ini, chat itu berada dalam rentang ini dan dimanipulasi, ya wajarlah,” lanjutnya.
Rupanya dari pengamatan yang dilakukan Rismon, bagian yang dimanipulasi dari bukti rekaman tersebut adalah saat Jessica melakukan aktivitas memegang HP-nya.
Dimana menurut Rismon pada part tersebut sengaja dihilangkan dan diganti dengan pergerakan lain yang seolah-olah Jessica sedang menaruh sesuatu.
“Bukti Jessica memegang HP-nya, chat itu dihilangkan dan dibuatlah pergerakan palsu itu dalam rentang ini 16:29:50 juga dalam rentang ini Jessica menaruh sesuatu dia kaburkan semua oleh Muhammad Nuh Al Azhar ini,” beber Rismon Sianipar.
Lebih lanjut Rismon mengatakan, “Ya wajar ya, tangan aja dia bisa dibuat ya aktivitas chat juga bisa dihilangkan, parah-parah.”
Selanjutnya, Rismon juga menunjukkan bukti lain yang ia dapatkan yaitu ada part video yang juga dimanipulasi dan diganti dengan aktivitas lain.
Baca Juga: Resmi Mundur dari Jabatan Menkopolhukam, Mahfud MD: Saya Pamit dengan Penuh Hormat
“Berikutnya akan kita lihat video bagaimana ketika rentang waktu tertentu itu sampai 16:29:50 dari 16:29:03 04 itu kan berarti ada dua pukul ini,” jelas Rismon.
“Waktu itu dia bilang aktivitas Jessica bukan chat tetapi menoleh-noleh,” ungkapnya lebih lanjut.
Bahkan setelah mendapatkan temuan bagian mana dari video yang sudah direkayasa, Rismon Sianipar sampai menyebut jika hal itu adalah perbuatan yang biadab.
“Bayangkan dia edit harusnya dia nge-chat pegang HP jadi menoleh-noleh, inilah Muhammad Nuh Al Azhar dan Christopher ini kan tindakan yang paling biadab di muka bumi ini,” umpat Rismon Sianipar.
“Aduh gak sanggup saya bener moralitas saya nggak sanggup menerima fakta ini,” katanya lagi.***

Share this article
Rismon Sianipar kembali mengungkap jika Christopher Hariman dan Muhammad Nuh Al Azhar tidak hanya merekayasa rekaman CCTV saja.