AYOJAKARTA.COM - Puluhan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) berunjuk rasa di depan Gedung Rektorat ITB, Bandung, Jawa Barat pada Senin 29 Januari 2024.
Aksi ini digelar untuk memprotes kebijakan rektorat yang bekerja sama dengan perusahaan pinjaman online (pinjol) untuk pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Aksi mahasiswa diawali dengan melakukan long march dari kampus ITB menuju gedung rektorat.
Mereka kemudian berorasi di depan gedung rektorat, memprotes kebijakan rektorat perihal pembayaran UKT dengan menggunakan skema pinjaman online.
Mahasiswa menilai skema pinjaman online sebesar Rp 12,5 juta yang ditawarkan pihak rektorat justru memberatkan mahasiswa yang belum dapat membayar UKT.
Hal ini karena bunga yang dikenakan oleh pinjol cukup tinggi.
Selain ITB, Danacita juga bekerja sama dengan 43 kampus di sejumlah daerah di Indonesia untuk pendanaan kuliah mahasiswa dengan sistem pinjaman berbunga.
Dilansir situs Danacita, setiap pinjaman untuk cicilan 12 bulan dikenakan biaya bulanan platform 1,75 persen dan biaya persetujuan 3 persen.
Sementara itu, cicilan 6 bulan dikenakan biaya bulanan platform 1,6 persen dan biaya persetujuan 3 persen.
Artinya, jika meminjam Rp15 juta, estimasi total pengembalian selama 6 bulan sebesar Rp16.890.000, sedangkan 12 bulan menjadi Rp18.600.000.
Untuk cicilan 18 bulan, estimasi total pengembalian yaitu Rp20.310.000 dan 24 bulan sebesar Rp22.665.000.
Maraknya pemberitaan soal skema pinjaman online ini membuat ITB menjadi trending topik pada Senin 29 Januari 2024.
Baca Juga: Beredar Video Fahri Hamzah Sebut Anies Baswedan dan Cak Imin Akan Jadi Tersangka Usai Pilpres 2024
Beberapa di antaranya adalah itb pinjol, itb rektor dan itb ukt pinjol.
Dalam foto-foto yang beredar di media sosial, ITB diplesetkan menjadi Institut Tapi Berpinjol.
Beberapa netizen X pun menyampaikan keresahannya seperti yang disampaikan akun @f_fathur berikut ini.
"Ini bener2 Negeri Sakit !!!
Mahasiswa ITB dipaksa bayar, kalau tidak mampu pakai Pinjol !!
Kita Bisa biayain Kereta Cepat
Kita Bisa Biayai Food Estate
Kita Bisa Biayain IKN
Tapi Malah @itbofficial kerjasama sama Pinjol !!
Apa Begini mau dilanjutkan !!"
Baca Juga: Ganjar Pranowo Tanggapi Gerakan Salam 4 Jari: Tunggu Dulu...
Menanggapi aksi mahasiswa ini, ITB dalam pernyataan persnya yang dirilis pada 26 Januari 2024 menyatakan pihaknya berkomitmen memberikan akses pendidikan berkualitas dengan azas akuntabilitas dalam penyelenggaraan pendidikan.
Sebagai gambaran, ITB sudah memberikan keringanan biaya pendidikan kepada 1.800 mahasiswanya pada Desember 2023.
Keringanan tersebut diberikan dalam bentuk cicilan Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) bagi 1.492 mahasiswa, penurunan besaran UKT untuk satu semester bagi 184 mahasiswa dan penurunan besaran UKT secara permanen bagi 124 mahasiswa.
Kebijakan ini diambil untuk membantu mahasiswa yang kesulitan membayar UKT.
UKT merupakan biaya yang harus dibayarkan mahasiswa setiap semester untuk mengikuti perkuliahan.
Biaya ini dihitung berdasarkan kemampuan ekonomi keluarga mahasiswa.***

Share this article
Bunga dianggap terlalu tinggi, mahasiswa ITB demo menolak pembayaran uang kuliah menggunakan pinjol.